Kabar5News – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan progres pembangunan 66 rumah sakit baru yang dilengkapi fasilitas modern sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dari total target tersebut, sebanyak 14 rumah sakit di wilayah terpencil dan tertinggal telah selesai dibangun dan siap diresmikan.
“Presiden Prabowo menugaskan saya untuk membangun 66 rumah sakit di kabupaten dan kota, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal, agar akses layanan kesehatan semakin terjangkau. Saat ini 14 rumah sakit sudah siap dan mudah-mudahan segera diresmikan beliau,” ujar Budi, Selasa (27/1/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan nasional, terutama bagi masyarakat di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses fasilitas medis.
Fokus pada Pencegahan dan Deteksi Dini
Menurut Budi, Presiden tidak hanya menekankan pembangunan fisik rumah sakit, tetapi juga pentingnya menjaga masyarakat tetap sehat melalui penguatan deteksi dini.
“Presiden selalu menekankan bahwa yang terbaik adalah rakyat tetap sehat. Kalau bisa jangan sampai sakit dan masuk rumah sakit, karena itu lebih hemat dan kualitas hidupnya lebih baik. Karena itu diluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” jelasnya.
Program CKG dirancang agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Hipertensi Dominasi Semua Kelompok Usia
Berdasarkan data awal pelaksanaan CKG, Kementerian Kesehatan menemukan pola penyakit yang cukup mencolok. Hipertensi atau tekanan darah tinggi tercatat menjadi masalah kesehatan yang dominan hampir di seluruh kelompok usia.
“Pada anak-anak, masalah paling banyak adalah gigi. Nomor dua yang cukup mengejutkan adalah hipertensi. Untuk orang dewasa, hipertensi paling tinggi, disusul obesitas. Sedangkan pada lansia, masalah gigi dan hipertensi juga paling dominan,” ungkap Budi.
Temuan ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat edukasi kesehatan, pola hidup sehat, serta skrining rutin sebagai langkah pencegahan.
Bangun Infrastruktur, Perkuat Pencegahan
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit dan program deteksi dini berjalan beriringan. Infrastruktur kesehatan diperkuat, namun pencegahan tetap menjadi kunci utama agar beban penyakit masyarakat dapat ditekan dan kualitas hidup meningkat.












