Kabar5news – Mengejutkan! Memasuki tahun 2026, ada sejumlah fenomena langka akan mewarnai ruang astronomi Indonesia.
Fenomena langit tersebut telah diteliti oleh beberapa lembaga riset Indonesia dan sering dijadikan rujukan resmi bagi masyarakat untuk mengetahui jadwal fenomena langit di Indonesia.
Beberapa fenomena langka di sepanjang 2026 ini akan muncul tiba-tiba dan memanjakan para pecinta astronomi seluruh dunia.
Jangan sampai terlewatkan momen ini, catat tanggalnya bila perlu. Menyaksikan fenomena astronomi penting untuk memperluas perspektif tentang alam semesta.
Sehingga memicu rasa ingin tahu secara ilmiah, dan memberikan pengalaman edukasi yang menyenangkan sekaligus mengapresiasi keindahan langit malam di luar rutinitas harian Anda.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga antariksa internasional seperti Nasa, berikut adalah fenomena langit paling dinanti sepanjang 2026, diantaranya sebagai berikut:
- Hujan Metor Quadrantid – 3 Januari 2026
Hujan meteor ini mencapai puncaknya pada 4 Januari 2026, fenomena ini menawarkan pemandangan puluhan meteor per jam.
- Oposisi Jupiter – 10 Januari 2026
Di tanggal ini, planet Jupiter akan berada di titik terdekatnya dengan Bumi dan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Penampakan Jupiter lebih besar dan lebih terang dari biasanya, bahkan dapat dilihat dengan mata telanjang sepanjang malam.

- Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026
Cincin api akan terjadi pada pertengahan Februari, jalur totalitas hanya melintasi wilayah Antartika dan sebagian kecil Afrika Selatan dan Amerika Selatan.
- Parade Enam Planet – Akhir Februari
Momen langka ini memperlihatkan bagaimana enam planet seperti Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus tampak sejajar di langit barat sesaat setelah matahari terbenam.
- Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026
Bulan akan tampak berwarna kemerahan saat masuk ke bayangan inti atau umbra bumi. Fenomena ini dapat disaksikan di sebagian wilayah Asia, Amerika Utara, dan Osenia.
- Hujan Meteor Lyrid – 21 April 2026
Hujan meteor Lyrid dikenal karena sering menghasilkan bola api (fireballs) yang melintasi atmosfer dengan ekor yang panjang dan terang.***












