Kabar5News – Menjelang Akhir Tahun 2025, masyarakat di berbagai penjuru dunia mulai merasakan atmosfer Momen Natal.
Perayaan ini bukan sekadar momen religius, tetapi juga saat untuk berkumpul bersama keluarga dan orang terkasih.
Selain makanan khas dan hiasan pohon Natal, tradisi yang menyertai perayaan berbeda di setiap negara juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman Natal itu sendiri.
Natal di berbagai negara dipadukan dengan budaya lokal, sejarah, dan nilai kekeluargaan, sehingga menciptakan beragam tradisi unik yang menarik untuk diketahui.
Berikut lima tradisi Natal dari berbagai negara yang dapat menjadi inspirasi sekaligus memperkaya wawasan budaya global.
- Krampusnacht di Austria dan Jerman

Di Austria dan beberapa bagian Jerman, tradisi Natal tidak hanya identik dengan Santa Claus atau St. Nicholas.
Di sana, masyarakat juga mengenal figur unik bernama Krampus, makhluk bertanduk yang sering digambarkan sebagai lawan St. Nicholas.
Setiap 5 Desember, malam sebelum St. Nicholas Day, orang-orang merayakan Krampusnacht dengan mengenakan kostum menyeramkan yang mirip setan, berjalan berkeliling sambil menakut-nakuti penonton di jalan.
Tradisi ini sebenarnya merupakan kombinasi kepercayaan pagan dan Kristen yang berakar lama dalam budaya Alpen.
Krampus dipercaya menjadi pengingat agar anak-anak berperilaku baik sepanjang tahun, karena ia “menghukum” anak nakal, sedangkan St. Nicholas memberi hadiah kepada anak baik.
- La Befana di Italia

Di Italia, Natal tidak hanya dirayakan pada 25 Desember, tetapi puncaknya sering kali terjadi pada Epiphany (6 Januari).
Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah kunjungan La Befana, seorang nenek peri yang membawa hadiah.
Menurut legenda, La Befana mengendarai sapu dan datang ke rumah-rumah pada malam Epiphany untuk memberikan permen kepada anak-anak yang baik dan sekam atau arang kepada yang nakal.
Banyak keluarga Italia menunggu kedatangannya dengan menggantung kaus kaki atau menyiapkan camilan kecil.
Tradisi ini merefleksikan nilai kebersamaan keluarga dan harapan akan kebaikan di awal tahun yang baru.
- Julbock (Goat of Yule) di Swedia

Di Swedia, salah satu tradisi Natal yang unik adalah Julbock, atau Goat of Yule.
Patung kecil berbentuk kambing yang terbuat dari jerami dan dihiasi pita merah ini menjadi simbol perayaan Natal di negara Nordik tersebut.
Julbock diyakini berasal dari legenda kuno yang berhubungan dengan dewa Thor dan kereta kuda kambingnya.
Kini, tradisi ini menjadi bagian dekorasi Natal yang populer, bahkan dalam skala besar seperti Gavle Goat, patung Julbock raksasa yang dipasang setiap Natal di kota Gavle.
Meski telah menjadi simbol damai dan sukacita, tradisi Julbock juga sering menjadi bahan lelucon karena sering menjadi target vandalisme lokal, seperti dibakar atau dirusak.
- Nochebuena di Filipina

Negara dengan populasi Katolik terbesar di Asia, Filipina, memiliki tradisi Natal yang penuh warna dan kebersamaan.
Perayaan dimulai jauh sebelum 25 Desember, bahkan sejak akhir September, dikenal sebagai salah satu musim Natal terpanjang di dunia.
Puncak perayaan adalah Nochebuena, yakni makan malam besar keluarga yang dilakukan pada malam Natal (24 Desember).
Keluarga berkumpul setelah misa tengah malam (Misa de Gallo) untuk menikmati hidangan khas seperti lechon (babi panggang), hamon (ham manis), queso de bola (keju bola), dan berbagai kue.
Kebersamaan keluarga, doa, dan jamuan makanan menjadi inti dari tradisi Natal di Filipina.
- Christmas Pudding di Inggris

Di Inggris, Natal identik dengan aroma manis rempah-rempah yang berasal dari Christmas Pudding, puding kue Natal khas yang dibuat dari campuran buah kering, rempah, kacang, dan sirup manis.
Tradisi membuat puding ini memiliki sejarah panjang dan biasanya dilakukan jauh hari sebelum Natal.
Keluarga Inggris sering kali menyembunyikan koin kecil di dalam adonan sebagai simbol keberuntungan.
Saat disajikan pada hari Natal, Santa Claus atau kepala keluarga akan menghidangkan pudding ini sambil berharap keberuntungan bagi anggota keluarga.
Selain itu, tradisi lain seperti Caroling (bernyanyi lagu Natal dari pintu ke pintu) juga masih dijaga di beberapa komunitas.
Natal: Lebih dari Sekadar Hari Libur
Tradisi Natal di berbagai negara mencerminkan kekayaan budaya dan nilai kebersamaan yang berbeda-beda namun saling memperkaya.
Dari Krampusnacht yang penuh sensasi di Austria sampai Nochebuena yang hangat di Filipina, semuanya menggambarkan satu pesan universal: Natal adalah momen untuk berkumpul, berbagi, dan mempererat hubungan.
Di dunia yang semakin global, memahami tradisi dari berbagai belahan dunia tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membantu kita menghargai makna mendalam di balik perayaan yang kita jalani.












