Kabar5News – Setelah menjalankan puasa Ramadan beserta rangkaian ibadah lainnya, sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan menyambut dengan penuh suka cita datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Keragaman budaya yang ada di Nusantara tercinta ini, menjadikan momen lebaran bukan sekedar silaturahmi atau bermaaf-maafan saja.
Namun, terkandung beragam tradisi turun-temurun masih tetap terjaga saat menyambut datangnya hari kemenangan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Tradisi setiap daerah saat lebaran bukan sekedar euforia semata, melainkan punya makna serta filosofi mendalam. Jadi, jangan sekali-kali hak tersebut menjadi cadangan.
Lantas, apa saja tradisi unik sambut Idul Fitri di Indonesia? Berikut uraian singkatnya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.
Daftar Tradisi Unik Sambut Hari Raya Idul Fitri di Indonesia
Kebudayaan Indonesia memang beragam, tapi disitulah letak keunikannya yang tidak dimiliki bangsa lain.
Saat momen hari besar keagamaan seperti Lebaran 2026 ini, setiap daerah tetap menjaga kelestarian hingga tetap eksis menjalankan tradisi jelang Idul Fitri.
1. Grebeg Syawal (Yogyakarta)
Tradisi ini sebenarnya sudah lama dilakukan, tepatnya sejak abad ke-16 dengan dihadirkan tujuh gunungan. Sebagian komponen penting dalam acara sakral tersebut.
Gunungan tersebut berisikan makanan yang disusun rapi menyerupai bentuk gunung, nantinya akan diarak serta diperebutkan masyarakat.
Tradisi turun-temurun tersebut sebagai wujud rasa syukur yang mendalam, karena telah melewati bulan Ramadan penuh keberkahan.
2. Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)
Sesuai namanya, tradisi tersebut mempunyai kesan unik. Setiap individu yang hadir saling melempar ketupat.
Sebagai simbol kerukunan antara umat Muslim dan umat Hindu, bisa hidup berdampingan satu sama lain serta selaras dengan alam.
Ketupat yang dipakai berperang tetap diperebutkan kembali, karena dipercaya bisa mempengaruhi kesuburan.
3. Ronjok Sayak (Bengkulu)
Ronjak sayak merupakan tradisi membakar batok kering, lalu disusun sampai mencapai tinggi satu meter.
Tradisi tersebut sebenarnya sudah dilakukan ratusan tahun silam di Bengkulu sebagai penghubung manusia dan leluhur.
Waktu pelaksanaan Ronjok Sayak umumnya setelah sholat isya’ pada malam 1 Syawal.
4. Festival Malam Karbit (Pontianak)
Tradisi meriah tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari sebelum, sesaat maupun sesudah Hari Raya Idul Fitri.
Festival Meriam Karbit bukan sekedar tradisi lebaran saja, melainkan bentuk warisan budaya penuh nilai historis yang terhubung sejarah kota Pontianak.
5. Binarundak (Sulawesi Utara)
Binarundak merupakan tradisi masak nasi jaha bersama selama tiga hari berturut-turut setelah Idul Fitri.
Tradisi tersebut merupakan sarana silaturahmi pada sesama sekaligus bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT.
Sementara itu, nasi jaha sendiri termasuk makanan khas Sulawesi Utara memakai bahan dasar beras, lalu dimasak dalam batang bambu.












