Kabar5News – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konawe Utara terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ANTAM mendorong Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, menjadi desa percontohan atau pilot project dalam penerapan sistem pemilahan dan pengolahan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik.
Kegiatan sosialisasi yang menjadi bagian dari program tersebut dihadiri oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias mengikuti berbagai materi dan praktik pengelolaan sampah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga residu.
Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan pada berbagai metode pengolahan sampah yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi rumah tangga.
Comdev & PKBL Senior Support 2 PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Serly Oktavia Mangantibe, mengatakan keberhasilan program pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Molawe, Pemerintah Desa Mowundo, Dinas Lingkungan Hidup, Balai Penyuluh Pertanian Lasolo dan Molawe, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Menurut Serly, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi langkah awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat,” tambahnya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Utara turut memberikan materi terkait regulasi dan teknis pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk tata cara pemilahan sampah yang sesuai dengan prinsip pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, Camat Molawe, Bahrun, berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi, melainkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Mowundo.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung pemilahan sampah secara interaktif. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami secara langsung proses pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Tidak hanya itu, Balai Penyuluhan Pertanian Lasolo dan Molawe juga memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk cair menggunakan drum komposter sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program, ANTAM menyerahkan fasilitas berupa tong sampah terpilah kepada enam RT yang tersebar di tiga dusun Desa Mowundo.
Selain itu, perusahaan juga menyerahkan dua unit drum komposter untuk mendukung pengolahan sampah organik di tingkat masyarakat.
Melalui program ini, ANTAM berharap Desa Mowundo dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.












