Kabar5News – TNI Angkatan Udara berduka atas gugurnya Serda Raden Rangga Satya dalam sebuah aksi penyelamatan yang terjadi di Pantai Nirun, Kabupaten Maluku Tenggara.
Prajurit yang bertugas di Lanud Dominicus Dumatubun tersebut meninggal dunia saat berupaya menolong seorang pelajar yang terseret arus laut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas karena menunjukkan dedikasi dan keberanian seorang prajurit yang rela mempertaruhkan keselamatannya demi menyelamatkan nyawa orang lain.
Sosok Serda Raden Rangga Satya
Serda Raden Rangga Satya merupakan prajurit TNI AU yang berdinas di Lanud Dominicus Dumatubun, Maluku. Dalam kesehariannya, ia menjalankan tugas sebagai bagian dari unsur pertahanan udara TNI Angkatan Udara di wilayah timur Indonesia.
Namun di luar tugas kedinasan, Serda Rangga juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Sikap tersebut terlihat dalam peristiwa yang terjadi di Pantai Nirun pada Minggu (21/6/2026).
Awal Mula Kejadian
Menurut keterangan TNI AU, insiden bermula ketika Serda Rangga mendengar teriakan meminta pertolongan dari sekitar lokasi pantai.
Saat itu, seorang pelajar bernama Opy Hanubuan (16) yang sedang berwisata bersama rombongannya dilaporkan terjatuh ke laut dan terseret arus.
Melihat kondisi darurat tersebut, Serda Rangga segera bergerak untuk memberikan bantuan dan melakukan upaya penyelamatan terhadap korban.
Proses Penyelamatan yang Berisiko
Pantai Nirun dikenal memiliki ombak dan arus yang cukup kuat pada waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan menjadi sangat berbahaya.
Saat berupaya menjangkau korban, Serda Rangga harus menghadapi gelombang laut dan arus yang terus mendorong ke arah tebing pantai.
Meski demikian, upaya penyelamatan tetap dilakukan demi memastikan korban dapat diselamatkan dari bahaya tenggelam.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera datang membantu proses evakuasi.
Korban Berhasil Diselamatkan
Upaya penyelamatan yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Pelajar yang menjadi korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Namun di tengah proses tersebut, Serda Rangga mengalami kondisi yang membahayakan akibat kuatnya arus laut.
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, ia segera dibawa menuju Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut.
TNI AU Sampaikan Duka Mendalam
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Serda Rangga dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Menurut Nyoman, pengorbanan Serda Rangga mencerminkan nilai-nilai luhur yang selalu dijunjung oleh setiap prajurit TNI Angkatan Udara.
“TNI Angkatan Udara menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Serda Rangga dalam aksi kemanusiaan tersebut. Pengorbanannya menjadi teladan tentang arti pengabdian, keberanian, dan kepedulian kepada sesama,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi Dispenau.
Teladan Pengabdian Prajurit TNI AU
Peristiwa di Pantai Nirun menjadi gambaran bahwa tugas seorang prajurit tidak hanya berkaitan dengan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Keputusan Serda Rangga untuk segera memberikan pertolongan menunjukkan semangat kemanusiaan yang menjadi bagian dari nilai pengabdian prajurit TNI AU.
Meski harus mengorbankan nyawanya, tindakan tersebut berhasil menyelamatkan seorang pelajar dari bahaya yang mengancam keselamatannya.
Pengorbanan Serda Raden Rangga Satya kini dikenang sebagai contoh nyata keberanian, kepedulian, dan dedikasi seorang prajurit TNI Angkatan Udara dalam mengabdi kepada bangsa dan masyarakat.











