Kabar5News – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) terus mempercepat langkah hilirisasi mineral melalui pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Proyek strategis tersebut dikembangkan bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dengan total nilai investasi mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp105 triliun.
Pengembangan ekosistem baterai berbasis nikel ini menjadi salah satu proyek hilirisasi terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral.
Dengan memanfaatkan cadangan nikel yang melimpah, Indonesia diarahkan untuk tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi pusat produksi komponen baterai kendaraan listrik berdaya saing global.
Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara ANTAM, IBC, dan CBL, perusahaan patungan yang dibentuk oleh CATL, Brunp, dan Lygend. Sebelumnya, proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) karena dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan industri dan perekonomian nasional.
Ekosistem yang dibangun terdiri atas enam perusahaan patungan (joint venture/JV). Tiga perusahaan pertama difokuskan pada pengembangan sektor hulu, mulai dari pengolahan bijih nikel hingga produksi material dasar baterai.
Sementara itu, tiga perusahaan lainnya akan mengembangkan sektor hilir, termasuk produksi prekursor, katoda, sel baterai, hingga fasilitas daur ulang baterai (battery recycling).
Pembangunan proyek ini telah memasuki tahap awal setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat.
Pemerintah memandang proyek tersebut sebagai tonggak penting dalam mempercepat hilirisasi nikel sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.
Selain mendukung transformasi industri nasional, proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja langsung. Kehadiran kawasan industri tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, seperti kawasan industri terpadu, pelabuhan, hingga dermaga multifungsi.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa perusahaan siap menjalankan mandat pemerintah untuk mempercepat pengembangan industri baterai nasional berbasis nikel.
“Melalui berbagai proyek strategis yang terintegrasi, ANTAM tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga mendukung penguatan kemandirian industri nasional serta posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global,” ujar Untung.
Menurutnya, pengembangan industri baterai dilakukan secara menyeluruh mulai dari kegiatan pertambangan, pembangunan fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan Rotary Kiln Smelting Blast Furnace (RKSBF), fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL), refinery, pabrik prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas daur ulang baterai.
Model industri yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan bisnis ANTAM melalui diversifikasi sumber pendapatan dan pengembangan industri bernilai tinggi.
Di sisi operasional, ANTAM juga mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Produksi bijih nikel mencapai 16,11 juta wet metric ton (wmt) atau meningkat 62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume penjualan bijih nikel mencapai 14,58 juta wmt, tumbuh 75 persen dibandingkan realisasi 2024.
Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya permintaan domestik seiring berkembangnya industri pengolahan nikel di Indonesia. Capaian produksi dan penjualan sepanjang 2025 bahkan menjadi yang tertinggi bagi ANTAM dalam lebih dari satu dekade sejak kebijakan larangan ekspor mineral mentah diberlakukan.
Pada bisnis feronikel, ANTAM juga mempertahankan kinerja operasional yang stabil dengan produksi mencapai 16.064 ton nikel dalam feronikel dan penjualan sebesar 10.528 TNi sepanjang 2025.
Melalui pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi serta peningkatan kapasitas produksi nikel, ANTAM terus memperkuat transformasinya menjadi perusahaan pertambangan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan baku, tetapi juga berperan sebagai bagian penting dalam industri baterai kendaraan listrik global.
Langkah ini sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri baterai EV dunia.










