Kabar5News – Sebanyak 23 prajurit TNI yang bertugas di wilayah Papua menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas operasi. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada personel yang tergabung dalam Komando Operasi (Koops) TNI Habema dan berbagai Satuan Tugas (Satgas) TNI.
Prosesi penganugerahan KPLB berlangsung di Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 754/ENK, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (5/7), serta turut disaksikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara kepada prajurit yang menunjukkan loyalitas, keberanian, dan pengabdian melampaui tuntutan tugas.
“Kenaikan Pangkat Luar Biasa diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, keberanian, serta pengabdian yang melebihi panggilan tugas dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Muhammad Nas, Senin (6/7).
Selain memberikan penghargaan kepada prajurit, TNI juga memaparkan sejumlah capaian operasi yang berhasil dilaksanakan Satgas TNI di Papua sepanjang semester pertama 2026.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, Satgas TNI berhasil menggagalkan berbagai aktivitas ilegal, mulai dari empat kasus penyelundupan senjata dan amunisi, dua kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal, enam kasus penyelundupan satwa, lima kasus narkotika, hingga 24 kasus peredaran minuman keras ilegal.
Di bidang pemberantasan narkotika, Satgas TNI mencatat keberhasilan mengungkap 30 kasus yang didominasi peredaran ganja, penemuan ladang ganja, serta upaya penyelundupan melalui jalur udara, laut, dan perbatasan.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sekitar 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, sejumlah ladang ganja siap panen, serta menangkap puluhan tersangka, termasuk beberapa warga negara asing (WNA).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan seluruh tersangka telah diserahkan kepada kepolisian untuk menjalani proses hukum.
“Yang kemudian kami serahkan kepada Polri untuk diproses hukum lebih lanjut,” kata Lucky.
Di sektor keamanan, Satgas TNI juga berhasil mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta komponen dan amunisi, serta berbagai dokumen, atribut, uang tunai, dan perlengkapan milik kelompok separatis yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Menurut Lucky, operasi yang dilakukan juga menyasar sejumlah tokoh kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana, termasuk aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Di sisi lain, TNI terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga stabilitas wilayah. Sepanjang semester pertama tahun ini, sebanyak 54 anggota OPM disebut telah kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, pembangunan masyarakat, dan pembinaan wilayah.
Pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada 23 prajurit tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel TNI untuk terus menjalankan tugas secara profesional, menjaga keamanan wilayah, serta memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.










