Kabar5News – Belum lama ini media Inggris sounding tentang petani warning, stok pangan tinggal hitungan hari. Mirisnya lagi, mantan panglima mereka menyuruh warga menimbun makanan dan cash.
Beberapa media Inggris menyebut bahwa banyak petani berteriak mengungkapkan peringatan akan menipisnya stok pangan. Ini bukanlah konspirasi tapi nyata adanya.
Melansir informasi dari Instagram @ryanmtalullah, Inggris impor 45 sampai 50 persen pangannya. Sekali supply chain batuk bisa dipastikan rak supermarket bakal kosong.
Warga otomatis mau tidak mau harus selalu siap, pihak intelijen negara tersebut berkata kalau krisis pangan akan melanda negara dalam waktu 5 tahun.
Produksi Beras RI Naik
Pada saat yang bersamaan, bukan klaim dari Pemerintah melainkan data FAO, badan pangan PBB, di sana menunjukkan kalau produksi kita (Indonesia) naik saat dunia turun.
Beberapa media berdasarkan FAO menyebutkan bahwa produksi beras RI naik, saat produksi dunia turun di 2026. Bahkan gegara El Nino, dapat menyebabkan menurunya produksi beras dunia.
Data FAO menyebutkan bahwa produksi beras 2026/2027, level dunia mengalami penurunan senilai minus 1,6%. Termasuk beberapa negara yang biasa memproduksi beras ikut menurun.
Contohnya seperti Thailand minus 6,1%, AS minus 15,2 persen, Brasil minus 12,9%. Sementara itu Indonesia malah berhasil naik sebanyak 38,6 juta ton yang menjadikannya sebagai produsen beras ke empat dunia.
Sementara itu, ada beberapa poin penting lain yang tidak kalah penting menjadikan ketahanan pangan terjaga seperti stop impor beras, jagung, dan gula.
Stok bulog 5,37 juta ton, termasuk rekor tertinggi sepanjang sejarah. Lalu, harga pupuk di Indonesia turun 20%.
Selain Inggris, Filipina maupun Malaysia ingin menambah impor pangan. Dunia kekurangan, Indonesia malah kelebihan. Hal itu yang menjadi keunggulan khusus tidak bisa ditiru.
Pondasi Bisnis 5 Tahun ke Depan
Menyikapi permasalahan terkait pangan, jika Anda pemilik pabrik, seller, brand owner. Maka pangan aman sama dengan daya beli aman.
Selain itu, penggunaan bahan baku lokal sama dengan margin aman. Anda perlu mengingat bahwa saat negara lain menimbun pangan, Indonesia malah peluang.
Program swasembada itu sejatinya seperti membangun atap sebelum mendung, akhirnya tidak pernah kehujanan.










