Kabar5News – Pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia terus dilakukan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap konektivitas dan kebutuhan dasar. Salah satu upaya tersebut dilakukan TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih.
Hingga September 2026, program pembangunan jembatan TNI AD secara nasional telah mencapai 2.700 jembatan dari 3.417 jembatan yang tengah dikerjakan.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Pembangunan jembatan yang dilakukan TNI AD mencakup sejumlah jenis konstruksi, mulai dari jembatan perintis, Bailey, beton, hingga Armco. Dari ribuan jembatan yang tengah dikerjakan tersebut, sebanyak 2.700 unit telah terbangun.
Pembangunan tersebut juga berkaitan dengan upaya mempercepat pemulihan infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk jembatan yang rusak atau terputus akibat bencana alam.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menunjuk KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Perbaikan/Pembangunan Jembatan untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah dalam pemulihan infrastruktur.
TNI AD memiliki satuan zeni, konstruksi, pembangunan, dan teritorial yang dapat dikerahkan untuk mempercepat pengerjaan infrastruktur di lapangan. Kehadiran satuan tersebut memungkinkan proses pembangunan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis serta kebutuhan di masing-masing wilayah.
Dalam laporan TNI AD pada Agustus 2026, sebanyak 2.500 jembatan yang telah selesai disebut membuka akses menuju 7.807 desa, 9.008 sekolah, 4.502 fasilitas kesehatan, dan 4.618 fasilitas ekonomi, dengan manfaat bagi sekitar 4,5 juta jiwa.
Capaian pembangunan jembatan tersebut masih akan terus bertambah. TNI AD menargetkan sedikitnya 5.000 jembatan selesai pada akhir 2026.
Selain jembatan, TNI AD juga menjalankan program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di berbagai daerah. Hingga September 2026, sekitar 3.000 sumur bor telah dibangun dan diresmikan.
Jumlah tersebut masih akan ditambah sekitar 3.000 titik lagi sehingga total pembangunan ditargetkan dapat mencapai sekitar 6.000 sumur bor.
Program penyediaan sumur bor tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus mendukung ketahanan pangan. Sebelumnya, TNI AD juga melaporkan telah membangun 5.797 sumur bor selama lima tahun terakhir untuk membantu penyediaan air bersih.
Dengan capaian ribuan jembatan dan sumur bor, pembangunan infrastruktur TNI AD masih berlanjut hingga akhir 2026. Untuk jembatan, targetnya mencapai 5.000 unit, sedangkan pembangunan sumur bor diarahkan mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 titik.
Percepatan pembangunan ini mencakup berbagai wilayah Nusantara dengan karakter geografis dan kebutuhan masyarakat yang berbeda. Karena itu, pembangunan jembatan maupun sumber air disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi di lapangan.
Dari jembatan yang membuka kembali akses antardaerah hingga sumur bor yang menyediakan sumber air bersih, berbagai pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar di sejumlah wilayah Indonesia.










