Kabar5News – TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui Yonif 431/Satria Setia Perkasa Kostrad kembali memperkuat kerja sama pertahanan dengan Malaysia melalui Latihan Bersama (Latma) Malindo 2026. Kegiatan tersebut digelar bersama Briged 10 Para Tentera Darat Malaysia di Kem Terendak, Malaysia, dan dibuka pada Senin (28/9/2026).
Latma Malindo 2026 menjadi wadah bagi prajurit kedua negara untuk berlatih dan membangun koordinasi dalam satu rangkaian kegiatan bersama. Selain meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel, latihan ini juga diarahkan untuk memperkuat hubungan kerja sama antara TNI AD dan Tentera Darat Malaysia.
Dalam pelaksanaannya, prajurit dari kedua satuan mengikuti berbagai kegiatan yang mengedepankan profesionalisme, kekompakan, disiplin, serta semangat kebersamaan. Pertemuan dalam satu latihan juga memberikan kesempatan bagi personel Indonesia dan Malaysia untuk saling bertukar pengalaman serta memahami pola kerja masing-masing.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan interoperabilitas kedua angkatan darat. Kemampuan interoperabilitas menjadi salah satu aspek penting dalam latihan bersama karena memungkinkan personel dari dua negara membangun komunikasi, koordinasi, dan pemahaman yang lebih baik ketika menjalankan kegiatan secara bersama-sama.
“Melalui latihan bersama ini, diharapkan terjalin interoperabilitas yang semakin baik antara kedua angkatan darat, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia–Malaysia dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan,” tulis Penkostrad dalam keterangannya.
Latma Malindo 2026 juga melanjutkan hubungan kerja sama latihan yang telah berlangsung antara Indonesia dan Malaysia. Sebelumnya, pada 2025, latihan serupa dilaksanakan di Indonesia dengan TNI AD yang diwakili oleh Yonif 503/Mayangkara.
Selain Latma Malindo, kedua negara juga memiliki sejumlah agenda latihan bersama lainnya. Salah satunya adalah Latma Kekar Malindo atau Keris Kartika Malaysia–Indonesia, yang menjadi bagian dari kerja sama antara TNI AD dan Tentera Darat Malaysia.
Latma Kekar Malindo telah dilaksanakan sejak 1977. Dalam pelaksanaannya, latihan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan taktik prajurit sekaligus memperkuat hubungan antarpersonel kedua angkatan darat.
Rangkaian latihan bersama yang dilakukan secara berkala menunjukkan adanya hubungan kerja sama pertahanan yang terus berlangsung antara Indonesia dan Malaysia. Pertemuan prajurit melalui kegiatan seperti Latma Malindo juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan koordinasi di antara kedua negara.
Melalui Latma Malindo 2026 di Kem Terendak, prajurit TNI AD dan Tentera Darat Malaysia kembali menjalani latihan bersama dengan membawa semangat kerja sama dan profesionalisme. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan pertahanan kedua negara yang telah terjalin selama bertahun-tahun.










