Kabar5News – Apa itu Kripto? Bisnis mata uang digital yang dipopulerkan oleh sosok pengusaha muda Timothy RonaldĀ yang kini jadi buah bibir di jagat maya.
Terlepas dari kontroversinya yang menyebut gym merupakan aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, Timothy Ronald merupakan sosok anak muda yang berhasil meraup keuntungan dari bisnis kripto.
Bahkan kabarnya, penghasilan terbesar Timothy Ronald didapatkan dari bisnis kripto.
Berkat pendekatannya yang transparan dan realitis, bukan hanya sekedar janji keuntungan, Timoty juga membahas mengenai risiko, strategi jangka panjang dan pentingnya edukasi sebelum terjun ke dunia digital asset.
Apabila Anda saat ini berkeinginan untuk memulai intrumen investasi dan ingin merambah dalam bentuk mata uang digital, kripto bisa jadi opsi yang menarik untuk di jajal.
Namun, sebelum Anda memutuskan untuk memulai investasi dengan nilai yang besar, alangkah baiknya jika mengetahui apa itu kripto, fungsi serta resikonya. Berikut ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.
Pengertian Kripto
Secara umum, aset kripto atau cryptocurrency merupakan sebuah mata uang digital. Tujuan utama dari cryptocurrency ini adalah sebagai alat tukar untuk transaksi online.
Proses transaksi biasanya dilakukan dengan menghubungkan satu gawai ke gawai lainnya di internet tanpa adanya server.
Jadi, pemilik cryptocurrency bebas bertransaksi kepada siapapun tanpa adanya pihak ketiga yang mengatur perputarannya.
Pasalnya kripto dilindungi dan terjaga keamanannya oleh blockchain, blok yang saling terhubung untuk mencatat semua transaksi secara rahasia.
Selain mencatat, blockchain juga mendistribusikan informasi transaksi di seluruh dunia kepada pemilik. Jika ingin melihat perputaran, hanya cukup menampilkan kode sebagai pelaku transaksi
Di Indonesia sendiri, aset kripto yang dimiliki oleh siapapun, tetapi tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran.
Aset kripto merupakan komoditi tidak berwujud, melainkan aset digital yang diperdagangkan sebagai instrumen investasi.
Risiko Aset Kripto
Meskipun dinilai aman dengan system keamanan berlandaskan kriptografi, aset kripto sebagai instrument investasi tetap memiliki risiko tersendiri.
Nilai mata uang kripto tidak bisa dikendalikan, bisa berubah-ubah sewaktu-waktu tanpa ada alasan yang jelas. Ini Ini bisa disebabkan karena perubahan pola mata uang digital yang naik dan turun secara berkala.
Perlu dicatat, jika OJKĀ tidak melakukan pengawasan dan pengaturan atas aset kripto, tentunya risiko tersebut harus dipahami oleh masyarakat sebelum memulai melakukan investasi dalam nilai yang besar.
Jika Anda masih ragu untuk memulai bisnis kripto, alangkah baiknya tetap mengunakan instrument investasi yang lebih dulu populer di Indonesia.
Sebagai upaya untuk penanaman modal yang dapat meraup untung yang besar di masa depan, beberapa intrumen investasi yang bisa Anda jajal diantaranya, obligasi, deposito dan juga reksa dana.***