Kabar5News – Kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir mendorong perhatian publik terhadap logam mulia lainnya, termasuk perak. Pergerakan harga emas yang terus menanjak membuat sebagian investor mulai melirik perak sebagai alternatif investasi yang dinilai memiliki potensi keuntungan.
Perak memiliki karakteristik yang berbeda dengan emas. Selain digunakan sebagai perhiasan, perak juga memiliki peran penting di sektor industri, seperti elektronik, panel surya, dan peralatan medis. Permintaan industri yang tinggi berpotensi memengaruhi nilai perak di pasar global.
Meski harganya lebih rendah dibandingkan emas, perak sering mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Perubahan permintaan industri, kondisi ekonomi global, serta nilai tukar mata uang menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan harga perak.
Bagi investor, perak dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio, terutama bagi yang ingin memanfaatkan momentum harga logam mulia. Dengan modal yang relatif lebih terjangkau dibandingkan emas, perak memberikan peluang bagi lebih banyak kalangan untuk berinvestasi.
Dalam sebuah wawancara terbaru di “The Rich Dad Channel,”, pakar investasi, Robert T. Kiyosaki berbincang dengan blogger investasi perak, SilverSlayer. Dalam diskusi ia menekankan bahwa banyak investor cenderung mengalokasikan dana mereka untuk saham dan obligasi, sementara mereka sering mengabaikan potensi besar yang dimiliki oleh perak.
Padahal, menurutnya, perak adalah aset nyata yang bisa dimiliki oleh siapapun, sebagai alternatif emas, terlepas dari jumlah modal yang dimiliki.
Perak, sebagaimana logam mulia lainnya, juga tahan terhadap inflasi dan memiliki nilai intrinsic yang tak akan terdevaluasi seperti halnya uang tunai.
Inilah yang menjadikan perak sebagai alternatif pilihan investasi yang lebih aman dan stabil untuk dipegang dalam jangka waktu panjang.
Menurut Kiyosaki, situasi ini menjadikan perak sebagai pilihan investasi yang sangat menarik bagi mereka yang ingin melindungi nilai kekayaan mereka di tengah meningkatnya inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Prospek perak di masa depan dinilai bergantung pada tren permintaan industri dan kondisi pasar global. Dengan tingginya minat terhadap energi terbarukan dan teknologi berbasis perak, logam ini diprediksi tetap memiliki peran strategis dalam dunia investasi.