Kabar5news – Ternyata Styrofoam tidak baik untuk kesehatan saat makanan sedang panas dan seberapa sering kamu menggunakan Styrofoam sebagai wadahnya?
Biasanya ketika membeli di restoran siap saji atau pedagang di pinggir jalan, Styrofoam dijadikan tempat pembungkus makanan.
Bahan ini memiliki banyak keunggulan sebagai pembungkus makanan, yaitu murah, tidak gampang bocor, ringan, juga praktis penggunaannya. Itulah mengapa banyak penjual makanan dan restoran yang suka menggunakan wadah makanan berbahan Styrofoam.
Namun, tahukah kamu, di balik semua kepraktisan tersebut, tersimpan bahaya bagi kesehatan tubuh.
Bila ditinjau dari susunan kimianya, Styrofoam termasuk ke dalam jenis plastik atau polimer.
Bahan ini memiliki kandungan Monomer, antara lain Stirena, Benzene dan Formalin yang diketahui dapat memberi sejumlah dampak negatif bagi kesehatan tubuh.
Kandungan stirena dapat mengurangi produksi sel darah merah yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mengangkut sari pati makanan juga oksigen ke seluruh tubuh.
Akibatnya, fungsi saraf seseorang bisa terganggu, sehingga ia akan mengalami kelelahan, gelisah, dan susah tidur. Stirena juga bisa memengaruhi kondisi janin melalui plasenta ibu yang berpotensi mencemari ASI.
1. Makanan yang mengandung lemak tinggi, sangat berpotensi terkontaminasi Stirena ketimbang rendah lemaknya
2. Lamanya penyimpanan di dalam Styrofoam, semakin banyak kandungan Stirena yang berpindah ke makanan tersebut.
3. Panasnya suatu makanan, akan mempengaruhi wadah yang digunakan seperti Styrofoam, semakin mudah zat Stirena berpindah ke makanan. Hal ini bisa menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, masalah pada Kelenjar Tiroid, sampai gejala Anemia.
Selain itu, kandungan Benzene juga sangat berbahaya masuk ke dalam tubuh akan tersimpan dalam jaringan darah.
Kandungan ini tidak dapat larut dalam air, sehingga tidak bisa dikeluarkan melalui urin maupun feses, dan akan menumpuk pada lemak di dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya penyakit kanker.
Kandungan Benzene akan berpindah dengan cepat begitu terkena uap panas dari makanan yang dimasukkan ke dalam Styrofoam.
Meskipun demikian, WHO menyatakan bahwa Stirena tidak akan menimbulkan bahaya pada kesehatan bila kadarnya, tidak melebihi 5000 ppm yang masuk ke dalam tubuh.
Sedangkan wadah berbahan Styrofoam yang sering dipakai hanya mengeluarkan Sterina sebanyak kira-kira 0,55 ppm. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyatakan masih aman digunakan untuk makanan.
Ternyata Styrofoam tidak baik untuk kesehatan saat makanan sedang panas.
Ini Cara Mencegah Dampak Buruk Styrofoam :
1. Jangan gunakan Styrofoam berulang, hanya satu kali pemakaian, segera hancurkan dan buang.
2. Usahakan agar makanan tidak langsung bersentuhan dengan Styrofoam. Kamu bisa memberi plastik atau kertas nasi sebagai alasnya.
3. Hindari memanaskan makanan dengan menggunakan wadah Styrofoam atau menuangnya saat masih panas ke dalam wadah berbahan tersebut.
4. Untuk makanan yang berlemak, berminyak, dan menggunakan alkohol, sebaiknya jangan menggunakan Styrofoam sebagai wadah.
Tidak hanya membahayakan kesehatan, Styrofoam juga berperan dalam menyebabkan Global Warming, karena styrofoam baru bisa terurai dalam jangka waktu 500 tahun.
Jadi, usahakan untuk menghindari penggunaan Styrofoam ketika membeli makanan. Mengutip Informasi Halodoc.com
Dari sekian banyak berita hanya dampaknya saja yg disampaikan. Somthing different ada solusinya di tulis langsung dalam kabar5news.id . Awesome
Ini berita sangat keren, kenapa tidak hanya dampaknya saja yang ditulis tapi alternatif solusinya ditulis juga. Kerennn
Support dan dukung media kami Brodie menjadi sumber referensi yang Akurat & Kredibel
Terima kasih atas komentarnya Brodie