Kabar5News – Meskipun secara politik Timor Leste telah menjadi negara berdaulat sejak tahun 2002, ikatan historis yang panjang dan posisi geografis yang berdekatan khususnya di Pulau Timor, menunjukkan kekerabatan budaya dan sosial yang tidak terpisahkan dengan Indonesia. Terlebih dengan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kekerabatan itu terlihat jelas pada ranah linguistik, adat-istiadat dan interaksi masyarakat perbatasan.
Aspek kekerabatan itu meliputi :
Aspek Budaya
Bukti utama kekerabatan budaya terletak pada kesamaan rumpun suku, bahasa dan praktik adat istiadat di pulau Timor.
- Satu Rumpun Suku : Pulau Timor dihuni oleh beragam suku, namun sebagian besar merupakan satu rumpun yang terbagi oleh batas negara. Contoh paling nyata adalah Suku Tetun yang merupakan kelompok mayoritas di Timor Leste, yang mana juga tersebar luas di Kabupaten Belu dan Malaka, NTT (Indonesia). Selain itu ada Suku Bunak yang mendiami wilayah Lamaknen (Indonesia), juga terdapat di Distrik Bobonaro (Timor Leste).
- Kesamaan Bahasa : Selain Portugis dan Bahasa Indonesia (yang hingga saat ini masih digunakan secara luas), bahasa sehari-hari yang menjadi jembatan komunikasi adalah Bahasa Tetun. Bahasa Tetun yang menjadi bahasa nasional resmi Timor Leste ini merupakan juga bahasa yang umum digunakan di wilayah Atambua dan wilayah-wilayah lain di perbatasan kedua negara. Hal tersebut mencerminkan akar linguistik yang sama.
- Adat Istiadat dan Ritual : Baik di Timor Leste maupun di wilayah NTT, adat istiadat leluhur masih sangat kental. Terdapat kesamaan dalam ritual adat dan upacara keagamaan tradisional, misalnya praktik adat penyembelihan hewan kurban untuk menghormati leluhur masih dilestarikan kedua belah pihak.
- Pakaian dan Kuliner Tradisional : Kain tenun khas Timor memiliki corak dan fungsi yang sangat mirip, menjadi warisan budaya yang dihormati di kedua wilayah. Begitu pula dengan makanan khas seperti Jagung Bose dan Se’i (daging asap), yang menjadi hidangan kebanggaan yang dinikmati oleh kebanyakan masyarakat wilayah perbatasan kedua negara.

Aspek Sosial
Secara sosial, ikatan kekerabatan ini diperkuat melalui interaksi yang intens dan saling ketergantungan, terutama di wilayah perbatasan :
- Ikatan Keluarga Lintas Batas : Salah satu bukti sosial yang kuat adalah banyaknya berlangsung perkawinan lintas batas. Ikatan darah dan kekeluargaan telah melampaui batas negara secara formal memisahkan mereka. Hal ini membuat interaksi sehari-hari masyarakat perbatasan berjalan sangat cair, dimana mereka saling mengunjungi, untuk keperluan semisal menghadiri ritual adat.
- Perdagangan dan Ekonomi Rakyat : Perbatasan kedua negara, seperti di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, menjadi pusat kegiatan perdagangan dan pariwisata. Kegiatan pasar perbatasan menjadi ajang pertemuan sosial dan ekonomi bagi sesama suku di pulau Timor, memfasilitasi transaksi barang kebutuhan pokok dan juga komoditas lainnya.
- Hubungan Pendidikan dan SDM : Secara sosial, ribuan warga Timor Leste memiliki latar belakang pendidikan dari Indonesia, baik saat masa masih berintegrasi dengan Indonesia maupun melaui program beasiswa paska kemerdekaan Timor Leste.
- Pengaruh Budaya Populer : Meskipun Timor Leste memiliki identitas baru sebagai sebuah negara, dampak dari masa integrasi masih terasa. Musik, film dan literasi lainnya dari Indonesia masih banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat Timor Leste.












