Kabar5News – Siapa yang tidak tahu wisata budaya suku Baduy di Lebak, Banten?. Berwisata ke Baduy, khususnya Baduy luar yang berada di Ciboleger memang menjadi tujuan utama wisatawan untuk menyambangi wilayah Lebak, Banten. Selian tentu saja saat ini wisata pantainya pun sedang naik daun.
Namun selain 2 tujuan wisata daerah Lebak di atas, ternyata Lebak masih memiliki potensi wisata lain yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berikut 3 rekomendasi tempat wisata di Lebak yang antimainstream.
1. Gua Maria, Bukit Kanada

Gua Maria, Bukit Kanada di Rangkasbitung, Lebak, Banten, merupakan destinasi wisata religi dan spiritual yang sangat populer, khususnya bagi umat Katolik. Namun demikian, Gua Maria ini terbuka bagi siapapun selain umat Katolik.
Nama “Bukit Kanada” sendiri merupakan singkatan yang unik; Bunda Kita Kampung Narimbang Dalam. Hal itu menunjukkan kedekatannya dengan lokasi setempat dengan menamainya sesuai nama kampung lokasi Gua Maria, Rangkasbitung berada.
Fungsi utama dari Gua Maria ini tentu saja sebagai tempat ibadah, ziarah, dan devosi (penghayatan bagi umat Katolik) kepada Bunda Maria. Di sini, para peziarah datang untuk berdoa, menyalakan lilin, dan mencari ketenangan batin. Selain ziarah pribadi, tempat ini juga menjadi pusat berbagai kegiatan rohani seperti Misa Mingguan dan Hari Raya Keagamaan, serta sering digunakan untuk Retret dan Rekoleksi kelompok rohani.
Terletak di kawasan perbukitan, Gua Maria Bukit Kanada menawarkan suasana alam yang sangat tenang, sejuk, dan damai, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Lokasinya yang dikelilingi pepohonan hijau yang rindang menciptakan nuansa yang khidmat dan asri, sangat mendukung refleksi spiritual. Keindahan alamnya juga menjadikan tempat ini menarik sebagai objek fotografi. Daya tarik lainnya termasuk bentuk gua yang dibuat dari tumpukan batu-batu besar alami serta adanya pancuran air suci.
Gua Maria Bukit Kanada dikenal sebagai satu-satunya Gua Maria di Banten dan salah satu yang terbesar di Jawa bagian barat.
2. Kebun Teh Cikuya

Kebun Teh Cikuya di Lebak, Banten, menawarkan pengalaman wisata alam dan agrowisata yang menyegarkan. Terletak di kawasan perbukitan yang asri dan menenangkan, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepaskan diri dari hiruk pikuk kota dan penikmat teh sejati.
Meskipun populer sebagai tempat wisata, fungsi utama Kebun Teh Cikuya adalah sebagai sentra produksi teh yang berkualitas tinggi. Teh yang dihasilkan di sini bahkan pernah menyabet gelar teh terbaik dunia dalam beberapa kategori. Hal ini menjadikan Cikuya bukan hanya tempat berekreasi, tetapi juga lokasi edukasi tentang proses budidaya hingga pengolahan teh. Pengunjung seringkali berkesempatan melihat langsung aktivitas memanen teh dan belajar tentang berbagai jenis teh yang ditanam.
Daya tarik utama Cikuya adalah hamparan daun teh hijau yang membentang luas sejauh mata memandang. Suasana alam di sekitarnya begitu sejuk, tenang, dan rindang, terletak di ketinggian yang membuat udara terasa segar. Pemandangan perbukitan yang diselimuti kabut tipis di pagi hari memberikan nuansa yang eksotis dan menenangkan. Tempat ini menawarkan banyak spot foto Instagramable.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Kebun Teh Cikuya telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, antara lain; Gazebo di area perkebunan untuk bersantai, kedai makan dan minuman yang menjual hidangan lokal, dan tentu saja, seduhan teh Cikuya yang khas.
Produk teh dari Kebun Teh Cikuya di Lebak, Banten, diproduksi oleh perusahaan pengelola kebun tersebut, yaitu PT Harendong Green Farm. Salah satu merek teh yang pernah disebutkan terkait dengan produksi teh oolong dari kebun ini adalah Banten Tea.

Teh dari Cikuya dikenal memiliki kualitas yang sangat tinggi karena ditanam secara organik (tanpa pupuk kimia) dan merupakan jenis teh premium (Camellia sinensis), sehingga beberapa varian tehnya bahkan pernah memenangkan gelar teh terbaik di kompetisi teh dunia.
3. Citorek, Gunung Luhur

Citorek dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”. Berlokasi di Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten, merupakan destinasi wisata alam yang fenomenal. Tempat ini menjadi primadona bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan spektakuler lautan awan yang membentang di bawah kaki perbukitan.
Kawasan ini berada di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), menjadikannya penting dari sisi konservasi alam dan ekosistem hutan. Bagi masyarakat sekitar, keberadaan tempat ini juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Daya tarik utama Citorek adalah panorama lautan awan putih tebal yang seolah menyelimuti lembah, memberikan ilusi seakan-akan berdiri di atas langit. Suasana alam di sekitarnya sangat sejuk, tenang, dan rindang karena berada di ketinggian sekitar 901 mdpl.
Pemandangan ini diperindah dengan hadirnya matahari terbit (sunrise) yang menyuguhkan semburat warna jingga di antara gulungan awan. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan healing dan berburu foto Instagramable dengan latar belakang pemandangan hamparan awan yang menakjubkan.
Momen terbaik untuk menyaksikan fenomena “Negeri di Atas Awan” adalah saat pagi hari, tepatnya sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 WIB. Pada jam-jam inilah awan tebal cenderung berkumpul di lembah. Disarankan berkunjung pada musim kemarau (sekitar Juni hingga September) karena cuaca yang mendukung, tidak hujan, menambah peluang kemunculan lautan awan yang sempurna.












