Kabar5News – Profesi video clipper saat ini memang lagi naik daun, digandrungi kaum muda, khususnya Gen Z. Cara kerjanya simple, mengasah kreativitas dan potensi penghasilan menggiurkan.
Namun, tahukah Anda bahwa profesi tersebut mempunyai tantangan tersendiri. Salah satunya berkaitan dengan copyright.
Jangan sampai konten pendek hasil memotong dari video panjang, malah berujung pada pelanggaran tentang copyright. Hal itu tentu bikin reputasi Anda sebagai clipper, sehingga tidak mampu bertahan lama menekuni profesi ini.
Supaya kejadian seperti itu tidak menimpa seorang video clipper, terutama untuk level pemula. Ada tips mudah yang menjamin konten pendek berkualitas, mendapat banyak view, tidak kena copyright.
Cara Video Clipper Tidak Kena Copyright
Masalah hak cipta memang krusial banget bagi video clipper, maka dari itu ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kontennya tetap aman.
1. Materi yang dipakai bebas dari lisensi hak cipta
Lebih baik mulai mencari sumber konten pendek dari video, foto maupun musik seperti perpustakaan audio YouTube, Pexels, Pixabay.
2. Cari lisensi Creative Commons
Sebaiknya Anda menggunakan fitur pencarian di YouTube agar menemukan video yang punya lisensi Creative Commons, lalu perhatikan jenis lisensi yang tertera.
3. Membuat karya transformatif
Menambahkan nilai original pada konten dengan membuat parodi, review maupun menyunting ulang menggunakan komentar, teks hingga efek suara baru.
4. Memanfaatkan fitur platform
Ada dua cara dalam memanfaatkan fitur platform, yang pertama dari YouTube. Lebih baik gunakan audio library untuk musik maupun efek suara bebas royalti serta periksa batasan hak cipta pada video yang diklaim dalam YouTube Studio.
Kedua, gunakan musik bebas royalti yang ada di aplikasi CapCut dan pahami seksama lisensinya.
5. Meminta izin
Tidak menutup kemungkinan clipper akan meminta izin langsung pada pembuat konten, karena ingin menggunakan materinya yang dilindungi hak cipta secara spesifik.
Biasanya memang menarik, ada beberapa bagian dengan niche tertentu yang unik, bisa dipotong untuk bahan konten pendek.
Dengan menerapkan beberapa tips mudah di atas, setiap bagian konten yang dihasilkan clipper tidak kena pelanggaran hak cipta.
Meskipun terkesan sepele, sebagai seorang video clipper hendaknya tetap memperhatikan kaidah-kaidah utama. Hal ini berlaku untuk semua level, mulai pemula hingga profesional.
Bagaimanapun juga aktivitas primernya adalah memotong video panjang, lalu dijadikan konten singkat untuk diunggah di berbagai platform media sosial.
Semakin berkualitas karya Anda, termasuk bebas masalah hak cipta. Peluang besar tercipta, entah dari kreator besar yang menawarkan job sebagai clipper, maupun brand produk untuk tools pemasarannya.












