Kabar5News – Setiap generasi musik selalu melahirkan ikon yang meninggalkan jejak mendalam. Musik bukan sekadar hiburan, ia adalah refleksi zaman, cara generasi muda mengekspresikan keresahan, mimpi, dan perubahan sosial. Dari era 60-an yang penuh revolusi budaya hingga 90-an yang dipenuhi kegelisahan anak muda, selalu ada band yang menjadi suara dari masanya.
Band-band ini tidak hanya menciptakan lagu populer, tapi juga membentuk arah perkembangan musik dunia. Mereka menembus batas genre, memperkenalkan gaya baru, dan menjadi inspirasi lintas generasi.
Dari The Beatles yang melahirkan pop modern hingga Nirvana yang mengguncang dunia dengan grunge-nya, berikut tujuh band yang telah menulis ulang sejarah musik dunia.
- The Beatles

Sumber Foto Instagram Official @thebeatles
Sulit membicarakan musik modern tanpa menyebut nama The Beatles.
Empat pemuda asal Liverpool ini bukan hanya menciptakan lagu, tapi membentuk identitas budaya. Album seperti Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band dan Revolver menandai era baru dalam eksperimen studio dan penulisan lagu.
Dengan harmoni vokal yang khas dan keberanian untuk terus bereksperimen, The Beatles membawa pop ke level artistik yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Lebih dari enam dekade kemudian, pengaruh mereka masih mengalir di setiap generasi musisi baru.
- Queen

Kalau ada band yang membuktikan bahwa musik bisa seindah pertunjukan teater, jawabannya adalah Queen. Dipimpin oleh sosok flamboyan Freddie Mercury, Queen memadukan rock, opera, dan pop menjadi satu kesatuan spektakuler.
Lagu seperti Bohemian Rhapsody bukan sekadar musik, tapi pernyataan artistik tentang kebebasan berkreasi. Mereka membuktikan bahwa menjadi “berbeda” bukan kelemahan, justru kekuatan yang membuat karya mereka abadi.
- Black Sabbath

Sumber Foto Instagram Official @blacksabbath
Sebelum istilah “heavy metal” populer, Black Sabbath sudah menulis kitab sucinya.
Dengan riff gitar berat Tony Iommi dan lirik gelap yang menyinggung sisi kelam manusia, mereka menciptakan suara yang belum pernah ada sebelumnya.
Dari situlah lahir seluruh turunan metal, mulai dari thrash hingga doom.
Tanpa Black Sabbath, dunia musik keras mungkin takkan pernah punya fondasi sekuat hari ini.
- The Jimi Hendrix Experience

Sumber Foto Instagram Official @jimihendrix
Tidak ada yang memainkan gitar seperti Jimi Hendrix. Bersama bandnya, ia membuka pintu bagi eksplorasi sonik yang liar dan penuh ekspresi.
Hendrix menjadikan distorsi, feedback, dan improvisasi sebagai bahasa emosional yang baru dalam musik rock.
Penampilannya di Woodstock tahun 1969 tetap menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah music, bukti bahwa satu orang dengan gitarnya bisa mengguncang dunia.
- Guns N’ Roses

Sumber Foto Website Resmi rollingstones.com/gunsnroses
Ketika musik rock mulai terasa “terlalu rapi”, Guns N’ Roses datang membawa kekacauan yang menyegarkan.
Album debut mereka Appetite for Destruction meledak di akhir 80-an dengan energi liar dan sikap jalanan yang apa adanya.
Axl Rose dan Slash menjadi simbol kebebasan dan pemberontakan.
Mereka mengingatkan kita bahwa rock & roll sejati bukan soal penampilan, tapi soal emosi mentah dan kejujuran yang tak disaring.
- Metallica

Sumber Foto Website Resmi rollingstones.com/metallica
Jika Black Sabbath meletakkan dasar metal, Metallica adalah band yang membawanya ke puncak dunia. Metalica menggabungkan kecepatan, agresi, dan struktur lagu yang rumit menjadi sesuatu yang tetap terdengar epik.
Album The Black Album menjadi titik balik besar, membuktikan bahwa musik metal bisa menembus batas komersial tanpa kehilangan identitas. Hingga kini, Metallica tetap menjadi tolok ukur bagi band metal di seluruh dunia.
- Nirvana

Sumber Foto Website Resmi rollingstones.com/nirvana
Tahun 90-an menjadi titik balik besar berkat kemunculan Nirvana.
Lewat suara grunge yang mentah dan lirik penuh keresahan, Kurt Cobain menyuarakan generasi yang muak dengan kepalsuan. Lagu Smells Like Teen Spirit bukan hanya hit, tapi simbol revolusi musik alternatif.
Nirvana menumbangkan dominasi glam rock dan membuka jalan bagi arus baru musik indie serta alternatif.
Dalam waktu singkat, mereka mengubah lanskap musik global dan menjadi legenda meski hanya sempat bersinar sebentar.
Setiap dekade memiliki “suara zaman”-nya sendiri, dan band-band seperti The Beatles, Queen, Metallica, hingga Nirvana adalah bukti bahwa musik adalah bahasa universal lintas waktu. Mereka bukan sekadar legenda panggung, tapi juga simbol perubahan sosial dan semangat generasi yang menolak diam.
Musik mereka hidup bukan karena nada, tapi karena makna. Dan warisan itu akan terus mengalun di setiap generasi yang mencintai kebebasan berekspresi.












