Kabar5news
Minggu,8 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Orang Eropa Pertama yang Menguak Misteri Gunung Lawu

Ekspedisi ini bukan sekadar pendakian petualangan, namun juga misi ilmiah, mencerminkan semangat eksplorasi bangsa Eropa pada abad ke-19

Kurt Morrison by Kurt Morrison
19 November 2025
in HIBURAN
0
Orang Eropa Pertama yang Menguak Misteri Gunung Lawu

source gambar : Natgeo Indonesia

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Gunung ​Lawu (3.265 mdpl), yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, bagi kebanyakan orang Jawa telah lama dianggap sebagai gunung suci (Ardha Purusa dalam konsep Jawa Kuno), sakral dan diselimuti oleh aura misteri. Namun siapa sangka, pada tanggal 11 Mei 1838, seorang Eropa mencatat perjalanan penting di dunia eksplorasi ilmiah di Hindia Timur, sebutan Indonesia kala itu, dengan mendaki Gunung Lawu. Orang Eropa itu bernama Franz Wilhelm Junghuhn.

Ia berprofesi sebagai naturalis, botanis, dan geolog berkebangsaan Jerman yang kemudian bekerja pada pemerintah kolonial Belanda ini, memulai salah satu ekspedisi gunung berapi paling pentingnya di Pulau Jawa, yaitu ke Gunung Lawu.

RELATED POSTS

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Ekspedisi ini bukan sekadar pendakian petualangan, namun juga misi ilmiah, mencerminkan semangat eksplorasi bangsa Eropa pada abad ke-19. Junghuhn melihat Lawu bukan hanya sebagai formasi geologis, tetapi juga sebagai laboratorium alam yang kaya akan data.

Junghuhn memiliki tiga fokus utama dalam ekspedisinya :

​1. Dokumentasi Geologi dan Vulkanologi
​Sebagai seorang geolog, Junghuhn melakukan survei mendalam mengenai struktur Gunung Lawu. Lawu merupakan gunung berapi purba yang kini cenderung pasif (tipe stratovolcano), namun jejak aktivitas vulkaniknya sangat penting bagi pemahaman geologi Jawa. Ia mencatat komposisi batuan, mengamati kondisi kawah (meski Lawu tidak memiliki kawah aktif yang besar), serta mencoba merekonstruksi sejarah erupsi gunung tersebut. Catatan ini menjadi dasar bagi studi geologi modern di wilayah tersebut.

2. Inventarisasi Flora (Botani)
​Sebagai seorang botanis ulung, saat mendaki ia tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga secara teliti mengumpulkan, mengklasifikasi, dan mendokumentasikan setiap jenis tanaman yang ia temukan pada zona-zona ketinggian yang berbeda. Eksplorasi Lawu memberinya kesempatan untuk mengaplikasikan sistem klasifikasi iklimnya yang terkenal, yang mengkategorikan wilayah berdasarkan ketinggian tempat (kini dikenal sebagai Klasifikasi Iklim Junghuhn). Dari hutan hujan tropis di kaki gunung hingga vegetasi khas pegunungan tinggi di puncak, setiap sampel dimasukkan ke dalam herbariumnya yang kelak menjadi koleksi berharga. Ia memberikan gambaran detail mengenai transisi ekosistem di Lawu.

3. Penemuan Situs-Situs Kuno di Puncak
​Aspek yang paling unik dari eksplorasi Lawu adalah dokumentasi Junghuhn mengenai jejak-jejak peradaban. Lawu telah lama menjadi pusat kegiatan spiritual dan ritual.
​Di puncak Lawu, terutama di daerah yang kini dikenal sebagai Hargo Dumiling dan sekitarnya, Junghuhn mencatat penemuan struktur-struktur batu yang tertata rapi. Ia menemukan adanya altar, pondok-pondok kecil, dan penataan batu persegi yang menunjukkan aktivitas manusia yang intensif dan berkesinambungan, yang kemungkinan besar terkait dengan pemujaan leluhur atau dewa gunung. Catatan ini tidak hanya penting bagi ilmu geologi dan botani, tetapi juga membuka mata para sejarawan dan arkeolog terhadap signifikansi Gunung Lawu dalam kebudayaan Jawa sebelum era modern.

Ekspedisi Gunung Lawu pada Mei 1838 menjadi salah satu bab dalam mahakarya Junghuhn, Java, Zijne Gedaante, Zijn Plantentooi en Inwendige Bouw (Jawa, Bentuknya, Pakaian Tumbuhannya, dan Struktur Dalamnya). Laporannya mengenai Gunung Lawu tidak hanya memuaskan rasa ingin tahu ilmiah Eropa, tetapi juga melestarikan catatan tentang bentang alam, keanekaragaman hayati, dan situs budaya Jawa yang mungkin tidak akan pernah tercatat tanpa ketelitiannya.

Tags: BotanisFranz Wilhelm JunghuhnGunung LawuNaturalis
Previous Post

5 Rekomendasi Mobil Bekas SUV Terbaik dengan Harga Terjangkau: Bodi Gagah, Nyaman Dikendarai

Next Post

Siapa Michael Bloomberg? Diterima Presiden Prabowo di Istana Negara, Bahas Isu Strategis

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

by Kurt Morrison
7 Februari 2026
0

Kabar5News - Jakarta, tahun 1940-an. Di tengah kepulan asap kretek dan aroma kopi tubruk di kawasan Senen, seorang pria dengan...

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

by Kurt Morrison
5 Februari 2026
0

Kabar5News - Sejarah seringkali bekerja dengan cara yang misterius. Siapa sangka bahwa dentuman meriam di perbukitan Menoreh dan gerilya Pangeran...

Zubaidah Si Ida

Zubaidah Si Ida

by Redaksi
5 Februari 2026
0

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Zubaidah, atau akrab disapa Ida, adalah seorang pegawai bank yang baru saja...

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Sebuah karya sastra Taufan Hunneman Kabar5News - Aku adalah anjing kurap Yang menyaksikan kemunafikan hidup. Suara lantang hanya untuk posisi,...

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Kabar5News - Sepintas membaca cerita yang disebutnya Prosa Sastra berjudul Di Bandung Cinta Bersemi karya Taufan Hunneman ini terkesan aneh....

Next Post
Siapa Michael Bloomberg? Diterima Presiden Prabowo di Istana Negara, Bahas Isu Strategis

Siapa Michael Bloomberg? Diterima Presiden Prabowo di Istana Negara, Bahas Isu Strategis

Jalani Pola Hidup Sehat Tapi Terkena Stroke di Usia Muda, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Jalani Pola Hidup Sehat Tapi Terkena Stroke di Usia Muda, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

7 Februari 2026
Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

7 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In