Kabar5News – Desa wisata adalah sebuah konsep pengembangan pariwisata yang unik, di mana seluruh potensi desa, mulai dari alam, budaya, seni, hingga kelembagaan sosial didayagunakan sebagai komponen utama daya tarik wisata. Lebih dari sekadar destinasi, desa wisata menawarkan pengalaman otentik yang memungkinkan wisatawan untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, menjalani kehidupan sehari-hari mereka, dan belajar kearifan lokal.
Inti dari desa wisata adalah prinsip pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas (Community Based Tourism/CBT). Tujuan utamanya melampaui sekadar mencari keuntungan, namun juga bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena pendapatan dari pariwisata dikelola dan dinikmati langsung oleh warga desa, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mengurangi urbanisasi.
- Melestarikan budaya dan lingkungan.Dengan menjadikan budaya dan alam sebagai “aset” wisata, masyarakat terdorong untuk menjaga dan melestarikan warisan mereka.
- Memberikan pengalaman otentik kepada wisatawan.Wisatawan mendapatkan wawasan mendalam (insight) tentang kehidupan desa yang berbeda dari hiruk pikuk kota. Komponen utama yang biasanya ditemukan dalam desa wisata meliputi homestay (penginapan di rumah warga), atraksi seni dan budaya (seperti tari atau upacara adat), kuliner khas, produk kerajinan lokal, dan aktivitas bertani atau beternak.
Sebuah Desa Wisata dapat dikatakan sukses dalam pengembangannya apabila memiliki beberapa ciri khas, antara lain terlihat dari adanya partisipasi aktif masyarakat. Artinya warga desa adalah subjek, bukan objek, pembangunan. Mereka terlibat aktif dalam perencanaan, pengelolaan, dan operasional. Lalu terlihat pula Keunikan (Uniqueness): Desa memiliki daya tarik khas yang membedakannya dari tempat lain, bisa berupa tradisi unik, keindahan alam yang langka, atau produk unggulan tertentu. Kemudian yang terakhir adalah terdapat tata kelola yang baik.
Indonesia, dengan kekayaan budaya dan alamnya, memiliki banyak desa wisata yang telah mendunia. Salah satu contoh yang paling terkenal dan sering dijadikan contoh Desa Wisata adalah Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Desa wisata ini sukses dalam menggabungkan pelestarian adat, arsitektur tradisional, dan tata ruang yang bersih.
Keunikan Desa Wisata Penglipuran terlihat dari konsistensi tata ruang tradisional Bali (konsep Tri Hita Karana) dan arsitektur rumah adat yang seragam dari ujung ke ujung. Jalan utama desa hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, yang diapit oleh pintu gerbang rumah tradisional yang identik. Penglipuran juga dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan sangat ketat dalam menjaga tradisi, termasuk larangan bagi kendaraan bermotor masuk ke area inti desa. Mereka berhasil melestarikan hutan bambu yang menjadi bagian dari wilayah desa sebagai zona konservasi yang sakral.
Desa wisata dapat menjadi pilar penting dalam diversifikasi sektor pariwisata nasional. Dengan fokus pada kualitas, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat, konsep ini tidak hanya menawarkan liburan yang berkesan bagi wisatawan, tetapi juga menjamin masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi komunitas pedesaan.












