Kabar5News – Belum lama ini thread di X mendadak heboh dengan isu seputar dugaan fitur berisiko yang dihadirkan oleh Google, bernama Deep Research.
Fitur tersebut secara otomatis terintegrasi Gemini pada sejumlah layanan Google Workspace seperti Gmail, Docs, Sheets, Slides, Gdrive.
Publik lantas menyoroti adanya peluang melakukan akses tersembunyi pada data pribadi di Google.
Kondisi semakin heboh, ketika perusahaan keamanan Malwarebytes mengunggah blog yang berisikan klaim.
Kalau perubahan di Gmail, memungkinkan Google melihat isi email maupun lampiran. Tujuannya untuk melatih Gemini AI
Selain itu, tuduhan semakin kompleks tatkala beberapa fitur pada Gmail seperti Smart Compose, Smart Reply, Predictive Text yang diduga berpeluang dalam memanfaatkan data pengguna.
Namun, kegaduhan tentang fitur berisiko tersebut sudah tidak bikin khawatir publik. Pasca ada klarifikasi dari Google.
Klarifikasi Google Tentang Rumor yang Beredar
Berdasarkan penelusuran dari akun resmi Gmail di X, Google telah meluruskan rumor yang beredar.
Google mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada perubahan pengaturan apapun tanpa sepengetahuan pengguna.
Selain itu, melalui akun medsos resminya. Google menegaskan bahwa fitur Smart Features, Smart Compose, Smart Reply sudah ada dalam waktu yang lama. Bukan termasuk mekanisme pelatihan Gemini AI.
Lebih lanjut, perusahaan menuturkan bahwa setiap ada perubahan dari kebijakan atau persyaratan layanan akan disampaikan secara terbuka.
Sebenarnya Gmail sudah mulai memanfaatkan teknologi AI sejak akhir 2023, berupa hadirnya fitur khusus penyaring spam, AI Writing Assistant, AI Generated Summaries, AI Powered Tools.
Google Pernah Mendapat Gugatan Class Action yang Berakibat Isu Jadi Ramai
Tidak ada asap kalau tidak ada api, istilah tersebut sepertinya cocok menggambarkan apa yang terjadi pada Google saat ini.
Isu tentang fitur beresiko sangat ramai karena sebelumnya, Google pernah mendapat gugatan class action.
Yang mana perusahaan dituduh secara diam-diam mengaktifkan Gemini pada Gmail, Chat dan Meet, tanpa adanya persetujuan pengguna.
Gugatan tersebut diajukan pada selasa (11/11/2025), yang mana mengklaim bahwa AI buatan Google telah memiliki akses ke percakapan pribadi.
Cara Menonaktifkan Fitur Gmail yang Diduga Punya Risiko Tinggi
Kemelut penggunaan AI pada Gmail membuat banyak orang masih merasa khawatir terhadap keamanan data pribadi.
Ada cara menonaktifkan fitur yang diduga berisiko untuk keselamatan data saat interaksi pakai Gmail. Berikut langkah-langkahnya, berdasarkan penelusuran dari dmai.ai.
1. Buka Gmail pada browser.
2. Klik icon bentuk roda gigi pada pojok kanan atas.
3. Silahkan pilih “lihat semua pengaturan” atau “settings”.
4. Pada bagian tab umum, khususnya item general. Scroll sampai bawah hingga ketemu tulisan “fitur pintar dan personalisasi”.
5. Hapus centang pada kotak untuk menonaktifkan fitur pintar.












