Kabar5News – Adanya gebrakan baru dalam dunia pemasaran digital membuat influencer marketing mulai ketar-ketir. Pasalnya, selebgram dengan follower ratusan ribu hingga jutaan yang dulu sempat merajai, perlahan mulai goyah.
Biaya mahal yang dikeluarkan untuk membayar mereka, tidak sebanding terhadap hasil akhirnya.
Sedangkan strategi marketing menggunakan mikro sampai nano influencer atau populer dengan sebutan Wefluencer sudah banyak peminatnya.
Pendekatannya sangat terukur dan tersebar, sehingga memudahkan perusahaan sebagai pemilik brand dalam menjangkau target audiens secara spesifik.
Apa Itu Wefluencer?
Berdasarkan penelusuran berbagai sumber, Wefluencer sesungguhnya merupakan micro hingga nano influencer yang mempunyai 1000 sampai 50.000 follower.
Secara kasat mata memang jumlah pengikutnya kecil. Namun, mempunyai keunggulan tersendiri untuk keperluan brand. Seperti uraian singkat berikut ini.
1. Engagement bisa dipastikan tinggi, sebab audiens lebih percaya terhadap rekomendasi mereka.
2. Biaya yang dibutuhkan rendah, sehingga endorsement per akun lebih murah.
3. Target audiens spesifik, yang mana brand bisa memilih komunitas niche berdasarkan produk.
4. Memunculkan dampak snowball, meskipun akun individu kecil. Namun, gabungan ribuan akun mampu menjangkau target lebih besar lagi.
Keunggulan Wefluencer tersebut, sampai mendapat sebutan sebagai sistem kerja ala pasukan semut yang selalu solid, efisien, efektif dan berdaya guna tinggi.
Brand Internasional Menggunakan Kekuatan Wefluencer
Walaupun masih terdengar asing, sudah ada brand internasional yang beralih menggunakan kekuatan Wefluencer.
Mulai dari Glossier, merupakan brand kecantikan asal AS yang populer memakai micro dan nano influencer untuk campaign skincare serta lip balm.
Pihak Glossier mengirim produk gratis pada ratusan influencer kecil, lalu mereka langsung eksekusi bikin konten organik, endingnya engagement auto melejit, menekan biaya dan terbentuk komunitas loyal.
Selanjutnya, ada Nike yang memilih pakai nano influencer lokal untuk memasarkan produk sepatu.
Pihak perusahaan menemukan tren positif saat menggunakan konten atlet lokal yang otentik. Karena terbukti efektif menjangkau komunitas olahraga urban.
Lalu, ada juga brand jam tangan ternama asal Swedia bernama Daniel Wellington.
Biasanya populer pakai selebgram besar, kini mulai beralih pakai micro influencer global yang membidik target negara tertentu serta niche fashion.
Brand Lokal Memakai Wefluencer
Bukan hanya brand internasional saja yang beralih ke Wefluencer, brand lokal dari Indonesia pun mengikutinya.
Ada Sociolla, yang terkenal sebagai marketplace produk kecantikan. Kini memutuskan pakai ratusan micro influencer untuk kampanye atau campaign skincare lokal.
Sehingga mereka mampu meningkatkan engagement, penjualan produk mengalami kenaikan 25 persen dalam sebulan.
Berikutnya, Wardah juga menggunakan nano influencer komunitas pada berbagai kota dalam mengenalkan produk baru.
Cara tersebut berhasil meningkatkan awareness serta loyalitas produk, tanpa perlu keluar biaya besar.
Selain itu, Eiger Adventure Gear juga menggunakan influencer lokal dengan jumlah follower antara 5 sampai 20 ribu untuk kampanye outdoor.
Hasilnya akumulasi reach serta testimoni komunitas, membuat kampanye lebih otentik dan efektif.












