Kabar5News – Menjelang akhir tahun 2025, masyarakat Indonesia kembali bersiap menyambut momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Periode ini selalu menjadi waktu favorit untuk berlibur bersama keluarga, baik dengan melakukan perjalanan ke luar kota maupun mengunjungi destinasi wisata alam.
Namun, euforia liburan akhir tahun kali ini perlu diimbangi dengan kewaspadaan ekstra, mengingat Nataru bertepatan dengan puncak musim hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Badan meteorologi telah berulang kali mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama Desember hingga awal Januari.
Curah hujan tinggi, angin kencang, banjir, longsor, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Karena itu, perencanaan liburan yang matang dan sikap waspada menjadi kunci agar momen Nataru tetap aman dan menyenangkan.

Musim Hujan dan Risiko Perjalanan Akhir Tahun
Musim hujan membawa dampak signifikan terhadap aktivitas transportasi dan pariwisata.
Jalan licin, jarak pandang berkurang, serta potensi bencana hidrometeorologi dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Tak hanya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, pengguna transportasi umum seperti kereta, pesawat, hingga kapal laut juga perlu mencermati kondisi cuaca sebelum berangkat.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman.
Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dibanding mengejar jadwal liburan.

Tips Aman Liburan Nataru di Tengah Cuaca Buruk
Agar liburan Natal dan Tahun Baru tetap berjalan lancar meski diwarnai cuaca ekstrem, berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan:
- Pantau Informasi Cuaca Secara Berkala
Sebelum dan selama perjalanan, pastikan untuk selalu memantau prakiraan cuaca terkini.
Informasi ini penting untuk menentukan waktu keberangkatan, rute perjalanan, hingga aktivitas yang aman dilakukan di lokasi tujuan.
- Rencanakan Perjalanan dengan Fleksibel
Hindari jadwal yang terlalu padat dan kaku. Sisakan waktu cadangan apabila terjadi penundaan akibat hujan deras, kemacetan, atau gangguan transportasi.
Fleksibilitas akan membantu mengurangi stres selama liburan.
- Periksa Kondisi Kendaraan Secara Menyeluruh
Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kondisi rem, ban, lampu, dan wiper dalam keadaan prima.
Jalanan basah dan licin menuntut kendaraan dalam kondisi optimal untuk menghindari risiko kecelakaan.
- Siapkan Perlengkapan Darurat
Membawa perlengkapan seperti jas hujan, payung, obat-obatan pribadi, senter, power bank, serta makanan ringan sangat disarankan.
Perlengkapan ini berguna apabila terjadi kondisi darurat di perjalanan.
- Pilih Destinasi yang Aman dan Ramah Cuaca
Jika cuaca ekstrem melanda, pertimbangkan untuk memilih destinasi wisata dalam ruangan atau lokasi yang minim risiko bencana.
Hindari area rawan longsor, bantaran sungai, atau pantai dengan potensi gelombang tinggi.
- Waspadai Aktivitas Wisata Alam
Aktivitas seperti mendaki gunung, berkemah, atau bermain di pantai perlu dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.
Pastikan mengikuti arahan petugas setempat dan segera menghentikan aktivitas jika kondisi cuaca memburuk.
- Patuhi Arahan dan Informasi Resmi
Ikuti imbauan dari pihak berwenang, baik pemerintah daerah, pengelola wisata, maupun aparat keamanan.
Penutupan sementara lokasi wisata biasanya dilakukan demi keselamatan pengunjung.

Keselamatan Tetap Nomor Satu
Liburan Nataru seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan kebersamaan.
Namun, cuaca buruk yang kerap terjadi di akhir tahun menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan.
Dengan persiapan yang matang, kewaspadaan tinggi, serta sikap disiplin terhadap informasi dan aturan, risiko selama liburan dapat diminimalkan.
Pada akhirnya, liburan yang aman jauh lebih berharga dibanding perjalanan yang dipaksakan.
Menunda atau mengubah rencana bukanlah kegagalan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri dan keluarga.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem, sikap waspada adalah kunci utama agar momen Natal dan Tahun Baru tetap berkesan dan bebas dari kejadian yang tidak diinginkan.












