Kabar5news
Kamis,5 November , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home IPTEK

Polemik di Era Digital: Benarkah Generasi Muda Rentan Terpapar Ideologi Ekstrem?

Pesatnya arus digitalisasi membawa kemudahan segala akses informasi dari seluruh penjuru dunia. Derasnya arus konten di jagat maya pun memicu rasa kekhawatiran baru, indikasi paparan ideologi ekstrem yang menyerang anak-anak dan juga remaja.

Redaksi by Redaksi
9 Januari 2026
in IPTEK
1
Polemik di Era Digital: Benarkah Generasi Muda Rentan Terpapar Ideologi Ekstrem?

Ikustrasi paparan ideologi ekstrem di media sosial (Foto: Chatgpt)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Media sosial yang semula menjadi wadah hiburan, edukasi, dan ruang ekspresi, kini dinilai semakin berpotensi di manfaatkan sebagai tempat penyebaran simbol serta narasi ideologi ekstrem.

Sejumlah temuan baru yang menunjukkan keterlibatan anak-anak dan remaja dalam forum daring yang memproduksi dan  menyebarkan simbol-simbol Neo-Nazi dan supremasi kulit putih.

RELATED POSTS

Game Legendaris Pinball dari Windows Telah Lama Menghilang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kenalan sama Genie 4, AI Google yang Bisa Bikin Dunia Virtual

Fenomena tersebut mengundang sejumlah perhatian dari publik karena dinilai ideologi tersebut memiliki jejak historikal tentang kekerasan dan diskriminasi yang rasialis.

Di dalam ruang digital tersebut, seringkali timbul dalam bentuk meme, visual estetik, atau jargon komunitas yang terkesan ringan dan jauh dari konteks sejarah aslinya.

Lalu, benarkah generasi muda benar-benar memahami Ideologi Neo-Nazi? Atau mereka hanya hanyut dalam arus budaya digital yang kehilangan batas etika dan norma?

Mengapa Generasi Muda Rentan Terpapar Ideologi yang Ekstrem?

Menurut tokoh psikologi perkembangan Erik Erikson, masa remaja merupakan fase paling krusial dalam tahapan perkembangan individu.

Pada tahap ini, seorang anak dan remaja sedang berada dalam fase pencarian jati diri, validasi sosial, serta rasa memiliki pada suatu kelompok.

Ruang digital inilah yang kemudian hadir sebagai salah satu alternatif. Komunitas daring seringkali menawarkan solidaritas kelompok dan validasi sosial yang instan.

Sayangnya, tidak semua ruang digital diikuti dengan proses literasi kritis dan proses pendampingan yang memadai, sehingga simbol-simbol serta narasi ekstrem gampang diterima tanpa adanya proses filter.

Dari perspektif tokoh psikologi sosial Albert Bandura, kondisi ini sangat berkaitan erat dengan proses belajar melalui pengamatan.

Seorang anak dan remaja akan cenderung meniru perilaku atau dapat memahami secara mudah simbol-simbol yang mendapat penguatan sosial (social reinforcement), seperti perhatian, pengakuan, atau sebuah status di dalam komunitas daring tersebut.

Faktor yang Memicu Paparan Ideologi Neo-Nazi di Era Digitalisasi

  1. Minimnya Literasi Digital akan Sejarah

Kurangnya pemahaman tentang makna dari simbol-simbol dan latar belakang sejarah ideologi ekstrem membuat anak-anak dan remaja mudah memaknai secara dangkal.

  1. Pencarian Jati Diri dan Pengakuan Sosial

Kebutuhan akan rasa untuk diakui serta merasa “berbeda” mendorong anak-anak dan remaja mencari jati diri dalam kelompok yang terlihat kuat.

  1. Pengaruh Komunitas Daring

Kelompok daring dengan ikatan yang kuat dapat menormalisasikan simbol-simbol dan narasi yang bersifat ekstrem sebagai bagian dari identitas bersama.

  1. Validasi Sosial di Media Sosial

Bentuk respons positif seperti pujian, rasa perhatian, dan pengakuan dapat memperkuat rasa keterikatan terhadap simbol-simbol yang digunakan.

  1. Anonimitas Internet

Identitas samaran yang dapat membuat kontrol diri dan tanggung jawab moral cenderung melemah.

Pentingnya Pendekatan, Edukasi, dan Pendampingan

Melihat kompleksitas dari persoalan ini, para pakar menilai bahwa penanganan paparan ideologi ekstrem tidak hanya cukup jika hanya mengandalkan pendekatan hukum saja.

Perlunya edukasi literasi digital, pemahaman akan sejarah, serta pendampingan psikologis menjadi langkah konkret untuk membangun kesadaran generasi muda.

Dengan kadar pemahaman yang lebih baik, anak dan remaja diharapkan mampu memilah informasi, memahami makna simbol ekstrem, agar tidak terjerumus kedalam narasi ekstrem yang berseliweran di dunia maya.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tantangan terbesar era digital bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan bagaimana memastikan ruang daring tetap aman dan edukatif  bagi generasi muda.

Artikel ini ditulis oleh Fajar Novryanto

Mahasiswa S1 Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). dan pemerhati isu sosial dan literasi digital

Tags: BeritaHariIniberitaviralEkstremisme DigitalEra DigitalisasiGenerasi MudaGenerasiMudaIsu Sosialmedia sosialNeo-Nazi di IndonesiapsikologiPsikologiRemaja
Previous Post

Toyota IST: Si Kompak Gagah dengan Fakta Unik yang Jarang Orang Tahu

Next Post

Cetak Sejarah di SEA Games 2025, Prabowo Gelontorkan Bonus Fantastis Untuk Atlet Indonesia

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Game Legendaris Pinball dari Windows Telah Lama Menghilang, Ternyata Ini Penyebabnya

Game Legendaris Pinball dari Windows Telah Lama Menghilang, Ternyata Ini Penyebabnya

by Fajar Novryanto
2 November 2026
0

Kabar5News - Bagi pengguna komputer pada era 1990-an hingga awal 2000-an, suara bola yang memantul, lampu berkedip, dan tantangan menjaga...

Kenalan sama Genie 4, AI Google yang Bisa Bikin Dunia Virtual

Kenalan sama Genie 4, AI Google yang Bisa Bikin Dunia Virtual

by Fajar Novryanto
29 Oktober 2026
0

Kabar5News - Bayangin kamu bisa menciptakan dunia virtual hanya melalui instruksi teks, lalu mengubah cuaca, memindahkan kamera, atau menambahkan karakter...

Mengenal Dessa, Teknologi AI Suara yang Bisa Ngobrol seperti Manusia

Mengenal Dessa, Teknologi AI Suara yang Bisa Ngobrol seperti Manusia

by Fajar Novryanto
26 Oktober 2026
0

Kabar5News - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan melalui teks. Teknologi ini juga terus...

Mengenal Virus Shamonda, Ditemukan pada Manusia untuk Pertama Kalinya di Prancis

Mengenal Virus Shamonda, Ditemukan pada Manusia untuk Pertama Kalinya di Prancis

by Fajar Novryanto
24 Oktober 2026
0

Kabar5News - Virus Shamonda menjadi perhatian dunia kesehatan setelah otoritas Prancis melaporkan kasus infeksi pertama pada manusia pada Oktober 2026....

Mengenal Sosok H. Isan, Bapak Batagor Indonesia

Mengenal Sosok H. Isan, Bapak Batagor Indonesia

by Fajar Novryanto
24 Oktober 2026
0

Kabar5News - Batagor menjadi salah satu kuliner khas Bandung, Jawa Barat, yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Perpaduan tahu,...

Next Post
Cetak Sejarah di SEA Games 2025, Prabowo Gelontorkan Bonus Fantastis Untuk Atlet Indonesia

Cetak Sejarah di SEA Games 2025, Prabowo Gelontorkan Bonus Fantastis Untuk Atlet Indonesia

Berjasa dalam Mewujudkan Swasembada Pangan, PT Pupuk Indonesia Menerima Penghargaan dari Presiden Prabowo

Berjasa dalam Mewujudkan Swasembada Pangan, PT Pupuk Indonesia Menerima Penghargaan dari Presiden Prabowo

Comments 1

  1. Ping-balik: 5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Hidup Lebih Tenang - Kabar5news

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

TNI Bantu Evakuasi dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Bali

TNI Bantu Evakuasi dan Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Bali

5 November 2026
Whoosh Beri Diskon Tiket hingga Rp110 Ribu, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Whoosh Beri Diskon Tiket hingga Rp110 Ribu, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

5 November 2026
  • 594 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In