Kabar5News – Perkembangan digital yang semakin pesat telah berhasil merubah wajah beberapa sektor kehidupan, seolah semua melebur tiada batasan antara dunia fisik dengan digital, khususnya finansial.
Kalau dulu dompet berupa material kulit dari lembaran kulit yang didesain sedemikian rupa. Selanjutnya disimpan ketat oleh pemiliknya dalam saku atau tas.
Namun sekarang memiliki wujud berbeda, berkaitan dengan data, kode serta saldo yang tinggal lebih lama dalam sebuah smartphone.
Kehadiran dompet digital memudahkan user untuk melakukan berbagai transaksi harian dalam satu klik saja. Bahkan hanya dalam hitungan pembayaran auto beres.
Contohnya seperti membeli minuman favorit melalui aplikasi, memesan makanan, membayar tagihan listrik, melunasi tiket transportasi umum dan lain-lain.
Pengguna tetap perlu waspada, terkait keamanan data diri, karena bisa dipastikan setiap melakukan transaksi peluang tersebar sangat besar.
Lantas bagaimana cara melindungi dompet digital tetap aman? Simak penjelasan berikut ini.
5 Cara Melindungi Dompet Digital dari Upaya Pembobolan
Pemilik dompet digital sebaiknya perlu memahami dan menerapkan berbagai cara terbaik untuk mengamankan saldo beserta data diri yang ada di dalam e-wallet.
1. Personal Identification Number atau PIN
PIN termasuk benteng pertahanan pertama sebelum user melakukan transaksi keuangan maupun akses saldo pribadi.
Sistem keamanan tersebut biasanya tersusun atas enam digit kode unik yang benar-benar dihafal oleh pengguna.
Semakin kuat dan unik susunan PIN yang dimiliki pengguna, maka e-wallet tidak mudah diakses sembarangan meskipun smartphone hilang atau dicuri.
2. One Time Password (OTP)
OTP merupakan kumpulan kode unik yang bisa diakses atau berlaku hanya untuk satu kali sesi transaksi, ada batas waktunya. Kode umumnya dikirim melalui SMS atau email.
Penggunaan OTP bisa terjadi saat Anda akan melakukan transaksi keuangan dengan nominal sangat besar, mengubah kata sandi dan masuk perangkat baru.
Cara tersebut efektif untuk mencegah upaya phising maupun peretasan yang dilakukan pada lokasi atau perangkat berbeda. Karena kode OTP biasanya hanya mampu diakses oleh pemilik nomor telepon sebenarnya.
3. Verifikasi Wajah atau Biometrik
Verifikasi biometrik umumnya memakai ciri fisik unik untuk memberikan keamanan ekstra saat akses akun dan otorisasi pembayaran. Contohnya berupa pemindaian wajah maupun sidik jari.
Sistem tersebut tidak mudah dicuri atau ditebak, karena cara kerjanya dengan membandingkan pola wajah atau sidik jari baru dengan data biometrik yang telah tersimpan.
Metode ketiga ini merupakan lapisan keamanan tinggi karena biometrik tidak dapat dipalsu atau diduplikasi. Sehingga otorisasi akun menjadi lebih personal.
4. Enkripsi Data
Cara keempat tersebut merupakan tulang punggung semua transaksi digital yang aman. Karena didalamnya mengandung proses matematis berupa mengubah data yang bisa dibaca menjadi kode rahasia sulit.
Sistem kerjanya seperti ini, saat Anda melakukan transaksi, data sensitif berupa detail kartu, saldo serta PIN akan dienkripsi dahulu sebelum dikirim, setelah itu didekripsi saat sampai pada penerima yang sah.
5. Pemantauan Real Time
Dompet digital yang terpercaya biasanya punya sistem keamanan terbaik, bisa bekerja optimal secara real time.
Saat melakukan fungsinya dibantu oleh tools berbasis kecerdasan buatan atau AI serta machine learning. Nantinya perangkat tersebut bisa langsung analisis perilaku transaksi pengguna.












