Kabar5News – Belum lama ini viral konten olahan makanan siomay sampai abon yang menggunakan bahan dasar ikan sapu-sapu.
Fenomena menghebohkan media sosial tersebut memicu perhatian publik, karena spesies ikan ini umumnya hidup di perairan tercemar. Termasuk sungai-sungai yang berada di perkotaan.
Adanya kekhawatiran mendalam terkait paparan pencemaran pada ikan yang bisa bertahan dalam tubuh manusia dalam jangka waktu lama. Contohnya seperti kanker maupun gangguan organ dalam kronis lainnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut mengingatkan masyarakat supaya hati-hati dalam mengonsumsi ikan yang berasal dari perairan tercemar.
Ada beberapa zat pencemaran yang tidak mampu hilang meski sudah melalui proses pemasakan sempurna. Tapi kalau dikonsumsi, bakalan bertahan di dalam tubuh manusia bikin sakit kronis.
“Kalau ikannya hidup di sungai yang tercemar, maka yang berbahaya bukan hanya ikannya, tapi semua cemaran yang dia makan. Logam berat itu tidak bisa dibersihkan hanya dengan dimasak,” ungkap Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, pada Selasa (27/1/2026).
“Kalau ikannya makan limbah atau cemaran, maka itu pasti masuk ke tubuh ikannya. Dan ketika dikonsumsi manusia, zat itu ikut masuk ke tubuh kita,” jelasnya.
Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu
Terlepas dari penjelasan Kemenkes RI terkait risiko kesehatan yang ditimbulkan saat nekat makan ikan sapu-sapu dalam berbagai olahannya. Ternyata masih tersimpan bahaya lainnya.
1. Terkontaminasi Logam Berat
Ikan sapu-sapu yang cenderung hidup di perairan tercemar biasanya dalam tubuhnya sudah mengandung logam berat seperti merkuri maupun kadmium.
Ketika manusia mengkonsumsinya, otomatis organ tubuh akan mengalami gangguan hingga kerusakan serius di kemudian hari.
2. Terpapar Limbah Kimia dan Pestisida
Ikan sapu-sapu yang tinggal pada lingkungan tercemar seperti dekat dengan industri maupun pertanian. Maka bisa dipastikan tubuh hewan tersebut menyerap pestisida maupun bahan kimia berbahaya.
3. Risiko Terkena Parasit
Ikan tersebut berpeluang membawa parasit merugikan seperti cacing. Jika masuk ke tubuh manusia akan menimbulkan infeksi ringan hingga berat.
4. Rentan Alergi
Ada beberapa individu yang rentan terhadap reaksi alergi mendadak setelah makan ikan sapu-sapu. Keadaan semakin buruk saat hewan itu sudah terkontaminasi zat bahaya.
Gejala umum yang terjadi saat kena serangan alergi berupa ruam kulit, gatal, gangguan pencernaan.
5. Keracunan Makanan
Saat memakan daging ikan sapu-sapu yang terkontaminasi, tidak perlu waktu lama tubuh akan bereaksi sebagai tanda keracunan. Contohnya seperti mual, muntah dan diare.












