Kabar5News – Payment ID kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat termasuk di media sosial. Sistem pembayaran baru ini akan diujicoba oleh Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Terobosan baru di bidang keuangan ini digadang-gadang sebagai sistem identitas transaksi digital, yang akan mengubah cara kita bertransaksi secara fundamental.
Nantinya, Payment ID menghubungkan seluruh transaksi digital mulai dari rekening bank, E-wallet, kartu kredit, QRIS, hingga layanan perbankan digital lainnya ke dalam satu identitas tunggal berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Apa yang melatar belakangi Payment ID dikembangkan ?
Kehadiran Payment ID tidak terlepas dari kondisi ekonomi digital Indonesia yang melaju pesat dan massif. Namun, di lain hal BI melihat sistem pembayaran digital/elektronik di Indonesia masih terfragmentasi. Karena, masing-masing platform memiliki sistem dan mekanisme sendiri. Inilah yang membuat pemerintah untuk melacak dan mengintegrasikan data transaksi secara menyeluruh.
Tujuan dan Keuntungan Payment ID Untuk Negara
Selain menciptakan sistem berbasis elektronik digital yang terintegrasi, kehadiran Payment ID juga untuk menggenjot peningkatan Tax Ratio, dari jumlah wajib pajak aktif yang tercatat sekitar 17 juta orang dari jumlah populasi 275 juta jiwa,
Pemerintah menilai, potensi pertumbuhan sektor Informal yang signifikan dilihat dari 58% jumlah total tenaga kerja Indonesia yang berada di sektor informal dan potensi ekonomi digital mencapai lebih dari US$ 82 miliar menurut Google (2023)
Dari sanalah pemerintah melihat potensi besar, tidak hanya mengejar Tax Ratio juga untuk meningkatkan kepatuhan pajak melalui sistem yang terintegrasi.
Manfaat Payment ID untuk Masyarakat
Tak hanya untuk negara, Payment ID juga memberikan sejumlah manfaat untuk masyarakat, diantaranya
1. Kemudahan dalam ases layanan keuangan
2. Peningkatan keamanan dalam setiap transaksi
3. Akses ke layanan finansial yang lebih luas
Cara Kerja Payment ID
1. Integrasi Terpusat
Inovasi dari sistem ini agar semua rekening dan instrumen pembayaran digital Anda akan terhubung dengan satu NIK. Ketika melakukan transaksi melalui platform apapun baik transfer bank, pembayaran e-wallet, atau transaksi QRIS data akan terekam dalam sistem Payment ID.
2. Real-Time Monitoring
Sistem ini memonitor setiap transaksi secara real-time dengan akurasi tinggi. Setiap transaksi yang dilakukan akan tercatat dengan detail lengkap: nominal, waktu, lokasi, dan pihak yang terlibat.
3. Identifikasi Berbasis NIK
Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi kunci utama yang menghubungkan seluruh aktivitas keuangan digital seseorang. Ini memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang profil ekonomi setiap individu.