Kabar5News – Jamur, virus, bakteri merugikan bisa terjun bebas dan bertahan di dalam mulut Anda jika salah menjaga kebersihan sikat gigi.
Ketika seseorang teliti menjaga sikat gigi selalu bersih, masalah kesehatan mulut, gigi, gusi hingga bagian tubuh lainnya tidak akan terjadi.
Bagaimanapun juga, sikat gigi bisa dianalogikan semacam miniatur dari sebuah ekosistem yang menjijikkan. Karena jutaan mikroorganisme bisa tumbuh subur di dalamnya.
Seolah menjadi rumah paling nyaman untuk bakteri, jamur maupun virus dengan spesies berbeda-beda.
Bayangkan, Anda menggunakan sikat gigi dua kali sehari. Lalu sekumpulan organisme itu auto migrasi ke dalam mulut, bakalan jadi penyakit.
Supaya sesuatu yang tidak diinginkan itu terjadi, jagalah kebersihan sikat gigi dengan rutin melakukan penggantian.
Asal Mikroba Sikat Gigi Menurut Pendapat Ahli
Berdasarkan pendapat ahli mikrobiologi bernama Marc-Kevin Zinn, yang mana diketahui telah mempelajari kontaminasi mikroba pada sikat gigi. Mikroba berasal dari tiga sumber yaitu mulut, kulit, lingkungan tempat menyimpan sikat.
Sebenarnya yang menimbulkan masalah bagi kesehatan itu yaitu Streptococci, Staphylococci menyebabkan kerusakan gigi, gusi.
Ada juga penumpang gelap lainnya seperti organisme penyebab sakit perut dan keracunan makanan. Contohnya Escherichia Coli, Pseudomonas Aeruginosa, Enterobacter.
Selain itu, ada juga ragi Candida yang mengakibatkan sariawan hingga Klebsiella Pneumoniae.
Nah, mikroorganisme jahat tersebut berasal dari air untuk membersihkan sikat setelah dipakai, tangan, lingkungan di sekitar tempat menyimpan sikat.
Berkaitan dengan lingkungan sekitar sikat gigi, kalau Anda meletakkan di kamar mandi biasanya rentan terkena gumpalan air maupun kotoran kecil yang terlempar ke udara saat menyiram kaskus.
Hal itu tentu menjijikkan dan menjadi masalah baru untuk kesehatan. Karena gumpalan air dari kaskus tentunya membawa serta mikroba berbahaya.
Risiko Mikroba Bagi Tubuh
Risiko patogen akan besar saat kekebalan tubuh kita mengalami penurunan, sehingga rentan terkena infeksi.
Hal tersebut diperkuat dengan penelitian Zinn yang menyebutkan bahwa ia telah mengurutkan DNA bakteri sikat gigi. Hasilnya telah ditemukan beberapa bakteri pembawa gen yang membuat resisten pada antibiotik.
Selanjutnya, ada studi terhadap 50 sikat gigi dari mahasiswa Italia. Hasilnya mengejutkan, semua membawa bakteri yang resisten terhadap aneka jenis obat.
Cara Menjaga Kebersihan Sikat Gigi
Menurut beberapa peneliti, mereka merokemendasikan larutan 1% cuka. Sebagai cara efektif dalam meminimalkan bakteri.
Selain itu, Anda bisa merendam kepala sikat dalam larutan obat kumur. Jangka waktu perendaman kurang lebih selama 10 menit.
Sebaiknya dalam larutan obat kumur mengandung bahan 0,12% klorheksidin serta 0,05% Setilpiridinium Klorida.
Waktu Tepat Mengganti Sikat Gigi
Ketika bulu sikat sudah aus dan rusak, maka banyak sekali bakteri, cairan hingga nutrisi untuk ditinggali.
Sehingga, Badan Kesehatan Gigi contohnya American Dental Association merekomendasikan untuk ganti sikat gigi setiap 3 bulan.
Penelitian Zinn juga mengungkapkan bahwa beban bakteri mencapai puncak setelah 12 minggu pemakaian.












