Kabar5News – Mudik Lebaran 2026 saat ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya arus mudik dan arus balik hanya terjadi masing-masing satu tahapan saja.
Hal berbeda terlihat pada tahun 2026 ini, yang mana puncak arus mudik maupun balik terjadi dalam dua tahapan.
Kepolisian Negara Republik Indonesia memprediksi bahwa lonjakan pergerakan masyarakat terbagi dalam dua gelombang.
Penyebab utama yakni adanya waktu libur nasional yang berdekatan, pertama perayaan Hari Raya Nyepi, kedua perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Periode Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dan Arus Balik
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa lonjakan pertama pada pertengahan Maret, lalu gelombang kedua beberapa hari setelahnya.
Polri sudah memetakan arus mudik yang terjadi dalam dua waktu penting yaitu gelombang pertama 14-15 Maret 2026, gelombang kedua 18-19 Maret 2026.
Begitu juga dengan arus balik yang diperkirakan ada dua gelombang.
Pertama terjadi pada tanggal 25-26 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua mulai 28 sampai 29 Maret 2026.
“Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026,” kata Dedi, saat bertemu awak media.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pergerakan masyarakat dalam masa libur lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Yang mana, angka lebih rendah daripada tahun lalu.
“Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang. Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan,” jelasnya.
Operasi Ketupat 2026 Selama 13 Hari
Sebagai langkah antisipasi dua kali puncak arus balik dan dua kali puncak arus mudik, Polri mengadakan operasi ketupat selama 13 hari.
Sejumlah 161.243 personel diterjunkan untuk meningkatkan keamanan 185.608 objek penting seperti masjid, lokasi sholat Idul Fitri, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata.
Bahkan, sebanyak 2746 posko didirikan yang terdiri dari 1624 posko pengaman, 779 posko pelayanan, 343 posko terpadu.
Sebagai wujud pelaksanaan komitmen dalam menjaga ketentraman saat lebaran, Polri juga menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi terdekat bagi warga yang meninggalkan rumah untuk mudik.
Langkah berikutnya sudah disiapkan juga rekayasa lalu lintas untuk menanggulangi lonjakan pemudik pada arus mudik dan arus balik.
“Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan,” imbuhnya.












