Kabar5News – Terletak di kaki Gunung Gede yang sejuk, Istana Kepresidenan Cipanas bukan sekadar bangunan megah milik negara. Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, istana ini menawarkan ketenangan yang tidak dimiliki oleh Istana Merdeka di Jakarta maupun Istana Bogor.
Di balik arsitektur bergaya kolonialnya, tersimpan cerita tentang sejarah, hingga koleksi tanaman langka yang mendunia.
​Istana Cipanas dibangun pada tahun 1740 oleh seorang tuan tanah Belanda bernama Van Heots. Awalnya, bangunan ini hanyalah sebuah vila pribadi untuk peristirahatan karena adanya sumber air panas alami di area tersebut.
Namun, karena keindahannya, pemerintah kolonial Belanda kemudian mengambil alih dan menjadikannya kediaman resmi bagi para Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Setelah proklamasi kemerdekaan, bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Sejak saat itu, Cipanas menjadi tempat “pelarian” favorit para Presiden RI untuk melepas penat dari hiruk-pikuk politik ibu kota.
Selain itu, di istana ini memiliki:
• ​Pemandian air panas alami dari sumber belerang yang dialirkan langsung ke dalam gedung untuk relaksasi.
• ​Hutan Lindung Kecil yang menyimpan koleksi ribuan pohon dan tanaman hias yang dirawat dengan sangat detail.
• ​Terdapat ribuan spesies kaktus di dalam rumah kaca khusus yang sering menjadi objek foto bagi tamu negara.
Gedung Bentol
Salah satu daya tarik utama Istana Cipanas adalah Gedung Bentol. Disebut demikian karena dindingnya yang terbuat dari susunan batu alam yang menonjol keluar, memberikan tekstur unik seperti bentol. Gedung ini dibangun pada tahun 1954 atas inisiatif Presiden Soekarno dan dirancang oleh arsitek ternama saat itu, RM Soedarsono.

Cerita populer di kalangan staf istana adalah Gedung Bentol merupakan sudut paling sunyi Istana Cipanas yang menjadi tempat favorit Presiden Soekarno. Di gedung ini beliau menjadi sangat produktif. Naskah-naskah penting pidatonya sering kali dibuat di gedung ini.
Adapun mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Istana Cipanas. Keluarga besarnya sempat menggelar acara pernikahan putra bungsu mereka, Edhie Baskoro Yudhoyono di istana ini.
Hingga kini, Istana Kepresidenan Cipanas tetap berdiri kokoh sebagai simbol wibawa sekaligus tempat peristirahatan yang bersahaja. Bagi masyarakat umum, istana ini sesekali dibuka untuk kunjungan grup dengan perizinan khusus, memberikan kesempatan bagi warga untuk melihat langsung kemegahan Istana Cipanas.












