Kabar5news
Minggu,8 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Bunuh Diri Kelas

Karya ini melanjuti dua prosa Taufan sebelumnya yang berjudul ' Kisah si Anjing Kurap' dan 'Kisah Orang Selatan'

Redaksi by Redaksi
8 Oktober 2025
in HIBURAN
0
Bunuh Diri Kelas

Foto ilustrasi aktivis pergerakan kiri di Indonesia (Gemini AI)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News –  Dr. Taufan Hunneman kembali menelurkan prosa sastra terbarunya yang berjudul ‘Bunuh Diri Kelas’.

Karya ini melanjuti dua prosa Taufan sebelumnya yang berjudul ‘ Kisah si Anjing Kurap’ dan ‘Kisah Orang Selatan’, yang sebelumnya telah dimuat di Kabar5News.

RELATED POSTS

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Dan berikut adalah prosa sastra lengkap ‘Bunuh Diri Kelas’ karya Taufan Hunneman.

 

Bunuh Diri Kelas

Suaranya sudah tidak seperti dulu.

Kini lemah, frustrasi, dan tak lagi berdaya.

 

Lantang suaranya telah redup,

Tenggelam dalam jiwa yang kosong.

Tatapannya seolah ingin kembali ke romantisme era perjuangan di kampus.

 

Gelegaaaarrrr-nya hilang,

Seperti suara anjing yang terjepit.

 

Aku menghampirinya.

Dengan suara pelan, ia berkata,

_”Gimana kabarmu, kamerad?

Kudengar kau baru saja selesai S3.

Gimana anakmu dan istrimu?”_

 

Semua tak kujawab.

Batinku menjerit.

Kau ajarkan aku buku-buku Marxisme.

Kusibukkan diri menyelesaikan Das Kapital sejak muda,

Dan kau menyajikan semua itu dengan piawai, membuatku kagum.

 

Saat reformasi tiba,

Aku segera berbenah diri.

Kuselesaikan sekolahku, masuk dunia kerja.

Waktu demi waktu, kupelajari semua keterampilan dunia kerja.

Beasiswa kuambil, hingga aku lulus doktoral.

 

Tidak bagimu.

Reformasimu hanyalah awal dari revolusi.

Kau keukeuh dengan jalan Marxisme,

Yang bagiku hanyalah semacam utopia.

Aku memilih jalan Eduard Bernstein,

Bahwa sosialisme adalah distribusi kekayaan dan kesempatan yang sama.

 

Aku ingat kau pernah berkata di hadapan teman-teman,

Dengan suara gahar dan lantang:

_”Hei… kau kaum komprador dan oportunis,

Seperti kaum Menshevik yang pura-pura kiri,

Namun sejatinya kapitalis dan feodal.”_

 

Memang ada perbedaan tajam di antara kami.

Aku lahir dari keluarga nasionalis,

Hampir seluruhnya berlatar belakang TNI.

Sedangkan dia, ayahnya petani dan ibunya seorang ART.

Sedari dulu, dia menjadikanku sahabat sekaligus rival hidupnya.

 

Kuliahnya berantakan,

Namun masih terus bermimpi soal revolusi.

 

“Bunuh diri kelas!”

 

Wajahnya sore itu memelas sekali.

Teringat tahun 2003, terakhir kali aku berjumpa dengannya.

Kukatakan:

_”Bro, selesaikan sekolahmu.

Mulailah bekerja.

Entah di LSM atau di mana pun.

Sebab kita manusia organik… harus bertumbuh.”_

 

Kau tampik dengan kata-kata pedas dan tajam:

_”Aktivis macam kau inilah

Yang merusak gerakan.

Kau mau kenyang, kau mau kaya.

Tak ubahnya bermental feodal.”_

 

Kalimatnya tajam, menusukku.

Tapi tak kugubris.

Sejak awal, aku tidak tertarik pada komunisme.

Aku lebih tertarik pada sosialisme ala Barat.

Aku suka sekali SPD ( Social Democratic Party).

Kurenungkan 36 tesis John Meyer.

Kudalami kajian ekonomi Keynesian,

Meski lahir dalam mazhab kapitalis,

Namun memberi ruang bagi intervensi negara—

Yang diharamkan oleh mazhab klasik dan neoklasik.

 

Suaramu pelan,

Berbisik:

_”Adakah kau punya rezeki… sedikit…

Untuk pengobatanku, kamerad?”_

 

“Bro,” kataku,

_”Aku bukan kamerad, sebab sebutan itu cocok untuk anggota partai.

Aku bukan.

Soal pengobatanmu, aku bisa usahakan.”_

 

_”Tapi bro, apakah kau

Masih beromantika?

Masih berilusi revolusi?”_

 

Sore itu meyakinkanku,

Bahwa jalan perjuangan seorang aktivis

Adalah memberi penghormatan pada dirinya

Dengan bekerja.

Menghidupi.

 

Dia bunuh diri kelas.

Tergerus kemajuan zaman.

Komunisme dalam konsep Lenin dan Stalin sudah punah.

Bahkan di Tiongkok, Mao Zedong tak lagi semurni jalannya.

Ada variabel kapitalis yang digagas Deng Xiaoping.

Bahkan Kuba pun sudah terbuka.

 

Jalan komunis adalah jalan ilusif.

Saat aku muda, aku pernah berjumpa dengan eks tapol,

Seorang petinggi partai PKI di daerah.

Kutanya pertanyaan sederhana:

_”Kalau kalian mengaku kaum komunis,

Kenapa ikut pemilu tahun 1955,

Lalu mengganggu internal pemerintahan

Dengan jalan kudeta struktural—

Mengepung dan mengagitasi struktur kekuasaan

Sehingga selalu terjadi ketegangan?”_

 

Itu pun tak mampu dijawabnya.

Komunisme ibarat dogma

Yang telah kehilangan keluhuran nilai.

 

Aku membaca Manifesto Komunis, Das Kapital, Keluarga Suci, buku-buku Lenin.

Dan bagiku… itu adalah sampah.

 

Kubisikkan:

_”Kau punya istri?

Kau punya anak?

Sekarang, apa pekerjaanmu?”_

 

Agustus kemarin, ia penuh semangat lewat pesan WA.

Ia berkata, “Ini revolusi, Bung!”

Kubalas, _”Tidak. Ini barisan kriminal.

Sejak kapan anarko bisa populer dan berkuasa?”_

 

Lalu ia hilang,

Seiring redanya aksi.

Hingga kini, aku masih mengenangnya…

Seorang pintar yang mabuk revolusi,

Namun tak mampu membeli obat untuk dirinya.

 

Revolusi adalah slogan—

Kosong, penuh hampa.

 

*Bagiku, revolusi adalah perubahan diri,

Untuk memberi arti bagi nilai kehidupan.*

Tags: bunuh diri kelasprosaprosa sastrasastraTaufan Hunneman
Previous Post

Gemini Mampu Melakukan Prediksi, Inilah Prompt AI Tampilkan Wajah Masa Tua dengan Akurat

Next Post

Presiden Prabowo Luncurkan Sekolah Garuda, Tonggak Baru Transformasi Pendidikan Nasional

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

by Kurt Morrison
7 Februari 2026
0

Kabar5News - Jakarta, tahun 1940-an. Di tengah kepulan asap kretek dan aroma kopi tubruk di kawasan Senen, seorang pria dengan...

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

by Kurt Morrison
5 Februari 2026
0

Kabar5News - Sejarah seringkali bekerja dengan cara yang misterius. Siapa sangka bahwa dentuman meriam di perbukitan Menoreh dan gerilya Pangeran...

Zubaidah Si Ida

Zubaidah Si Ida

by Redaksi
5 Februari 2026
0

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Zubaidah, atau akrab disapa Ida, adalah seorang pegawai bank yang baru saja...

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Sebuah karya sastra Taufan Hunneman Kabar5News - Aku adalah anjing kurap Yang menyaksikan kemunafikan hidup. Suara lantang hanya untuk posisi,...

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Kabar5News - Sepintas membaca cerita yang disebutnya Prosa Sastra berjudul Di Bandung Cinta Bersemi karya Taufan Hunneman ini terkesan aneh....

Next Post
Presiden Prabowo Luncurkan Sekolah Garuda, Tonggak Baru Transformasi Pendidikan Nasional

Presiden Prabowo Luncurkan Sekolah Garuda, Tonggak Baru Transformasi Pendidikan Nasional

Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika Luruskan Pernyataan Anggota DPR RI Soal Kogabwilhan

Kata Novelis Tentang Prosa 'Kisah Orang Selatan' Karya Taufan Hunneman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

7 Februari 2026
Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

7 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In