Kabar5News – Christine Hakim, nama yang bergaung sebagai sinonim kualitas dan dedikasi dalam sejarah perfilman Indonesia, telah mengukuhkan posisinya sebagai aktris wanita dengan koleksi Piala Citra terbanyak di Festival Film Indonesia (FFI). Koleksi luar biasanya mencapai 11 Piala Citra, rekor yang belum tertandingi oleh aktor maupun aktris mana pun hingga saat ini.
Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari konsistensi karier yang membentang lebih dari lima dekade. Dimulai dari debutnya yang langsung gemilang, hingga penampilan terbarunya yang memukau, Christine Hakim selalu berhasil memberikan kedalaman dan nyawa pada setiap karakter yang ia perankan. Setiap Piala Citra adalah penegasan supremasi aktingnya.
Kemenangan terbarunya di FFI 2025 lewat film Pangku menambah ke-11 mahkota ini, membuktikan bahwa di usia yang tidak lagi muda, ia tetap menjadi barometer akting terbaik di Tanah Air. Julukan Ratu Piala Citra yang melekat padanya adalah apresiasi dari industri yang ia besarkan.
Berikut adalah pilihan 5 film yang mengantarkan Christine Hakim pada rekor Piala Citra yang tak tertandingi, disertai ulasan singkat mengenai peran ikoniknya :

- Cinta Pertama (1973)
Piala Citra : Pemeran Utama Wanita Terbaik (FFI 1974)
Ini adalah debut Christine Hakim di layar lebar, yang luar biasa langsung memberinya Piala Citra. Disutradarai oleh Teguh Karya, film drama musikal ini menampilkan Christine sebagai Ade, seorang remaja dari keluarga kaya yang jatuh cinta pada pria sederhana. Di usia muda, ia menunjukkan spontanitas dan bakat alami yang sangat meyakinkan, membuat karakternya yang manja namun rapuh terasa tulus dan kuat. Debut ini menjadi penanda lahirnya bintang besar yang akan mendominasi perfilman nasional.
- Di Balik Kelambu (1982)
Piala Citra : Pemeran Utama Wanita Terbaik (FFI 1983)
Melalui film ini, Christine Hakim kembali bekerja sama dengan Teguh Karya untuk menggambarkan konflik rumah tangga yang getir dan isu-isu sosial yang tabu di era tersebut. Ia memerankan seorang istri yang berjuang dengan tekanan ekonomi dan ekspektasi sosial dalam pernikahan. Aktingnya yang detail dalam menampilkan kerentanan, keteguhan, dan kemarahan yang tertahan, berhasil memotret kompleksitas kehidupan perempuan dengan sangat jujur, menjadikannya salah satu potret rumah tangga paling berkesan dalam sinema Indonesia.
- Tjoet Nja’ Dhien (1988)
Piala Citra : Pemeran Utama Wanita Terbaik (FFI 1988).
Dianggap sebagai salah satu penampilan paling epik dan ikonik, Christine Hakim memerankan pahlawan nasional Tjoet Nja’ Dhien. Totalitasnya dalam menghidupkan sosok pejuang Aceh yang tangguh, bermartabat, dan penuh penderitaan di tengah peperangan melawan Belanda sangat mengesankan. Aktingnya yang intens dan mendalam tidak hanya memenangkan Piala Citra, tetapi juga membantu film ini menjadi perwakilan Indonesia pertama di ajang Academy Awards. Ia benar-benar menjelma menjadi ikon perlawanan.
- Pendekar Tongkat Emas (2014)
Piala Citra : Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (FFI 2015).
Film laga kolosal yang mempertemukan Christine Hakim dengan genre baru yang lebih modern. Ia berperan sebagai Cempaka, pendekar legendaris yang memiliki ilmu tongkat emas. Penampilannya membuktikan bahwa ia tidak hanya mumpuni dalam drama yang intim, tetapi juga mampu membawa otoritas dan misteri dalam peran yang menuntut fisik dan karisma yang dingin. Kemenangan ini menandai dominasi barunya di kategori Pendukung dan membuktikan relevansinya di tengah generasi sineas dan penonton yang lebih muda.
- Perempuan Tanah Jahanam (2019)
Piala Citra : Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (FFI 2020).
Dalam film horor psikologis yang disutradarai Joko Anwar ini, Christine Hakim memerankan Nyi Msini, seorang tokoh misterius yang menyimpan rahasia kelam desa. Dengan riasan yang menakutkan dan minim dialog, ia berhasil membangun ketegangan dan aura mistis hanya melalui tatapan mata dan gestur tubuh. Aktingnya yang minimalis tetapi sangat kuat ini membawa bobot dramatis pada film horor, menunjukkan kepiawaiannya dalam beradaptasi dengan genre yang menantang dan kembali meraih Piala Citra.
Tentu saja selain 5 film di atas, masih ada lagi film lain dimana ia berakting dengan sangat sempurna, seperti ; Daun di Atas Bantal (1998) dan Pasir Berbisik (2001). Selain itu dia juga membintangi film Hollywood yaitu Eat, Pray & Love (2010) dan film serial HBO, The Last of Us (2023).












