Kabar5News – Antusiasme penonton terhadap film Indonesia kembali mencapai titik yang menggembirakan setelah perilisan Agak Laen 2: Menyala Pantiku.
Sejak hari pertama tayang, sekuel komedi besutan Anwar Nasution itu langsung memecah perhatian publik dan industri karena performanya yang melonjak tajam, bahkan disebut-sebut siap mengganggu dominasi Jumbo, film yang masih memegang rekor penonton terbanyak sepanjang masa dengan lebih dari 10,23 juta penonton.
Capaian hari pertama yang menyentuh 272.846 penonton menjadi sinyal kuat bahwa film ini tidak sekadar menumpang popularitas dari film pertamanya yang tembus lebih dari 9 juta penonton, namun juga menunjukkan daya magnet baru yang lebih besar.
Angka pembukaan tersebut bahkan jauh mengalahkan debut Jumbo, yang saat rilis hanya mampu menarik 60.458 penonton pada hari pertama.
Popularitas karakter, kekuatan komunitas penggemar, serta hype yang terbangun sejak trailer diluncurkan membuat bioskop dipadati penonton sejak jam tayang pertama.
Tidak mengherankan, banyak pihak menilai bahwa Agak Laen 2 merupakan salah satu film dengan pembukaan terkuat dalam sejarah perfilman Indonesia.
Perbandingan Minggu Pertama: Agak Laen 2 vs Jumbo
Performa keduanya dalam tujuh hari penayangan awal memperlihatkan selisih yang sangat signifikan:
- Jumbo = 1.000.000 penonton di minggu pertama
- Agak Laen 2 = 2.770.410 penonton dalam periode yang sama
Selisih hampir dua juta penonton mengindikasikan dominasi Agak Laen 2 yang begitu besar dan membuka peluang untuk masuk dalam daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Dengan catatan ini, film tersebut memiliki modal kuat untuk menjaga momentum hingga pekan-pekan berikutnya.
Pertanyaan besar kini muncul: Apakah Agak Laen 2 mampu menggeser rekor 10,23 juta penonton yang selama ini sulit dilewati? Jika performanya stabil dan tidak mengalami penurunan drastis, peluang itu semakin terbuka.
Daftar Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Melihat performa film-film lokal beberapa tahun terakhir, industri perfilman Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.
Rekor penonton film nasional semakin meningkat, mencerminkan loyalitas penonton serta naiknya kualitas produksi film Tanah Air.
Berikut adalah daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa, berdasarkan perolehan penonton bioskop nasional:
- Jumbo – 10,23 Juta Penonton

Film yang menguasai puncak daftar ini dikenal karena kekuatan ceritanya yang menyentuh, dikemas dengan pendekatan humanis yang membuatnya diterima lintas generasi.
Dengan pencapaian lebih dari 10 juta penonton, Jumbo menjadi tolok ukur baru bagi film-film lokal.
- KKN di Desa Penari – 9,23 Juta Penonton

Film horor fenomenal ini memecahkan rekor saat rilis pada 2022 dan menjadi film horror Indonesia paling laris sepanjang sejarah.
Cerita legenda desa angker yang divisualisasikan secara menarik mampu menarik perhatian jutaan penonton.
- Agak Laen – 9 Juta Penonton

Film pertama dari grup komedi asal Medan ini mencetak sejarah dengan menghadirkan komedi yang segar serta karakter-karakter yang mudah diingat. Keberhasilan film ini juga menjadi pondasi kuat lahirnya Agak Laen 2 yang kini sedang berada di jalur emas.
- Pengabdi Setan 2: Communion – 6,39 Juta Penonton

Sekuel garapan Joko Anwar ini melanjutkan kesuksesan film pertamanya. Pengabdi Setan 2 menghadirkan nuansa horor yang lebih kelam dan atmosfer mencekam, membuatnya bertahan lama di daftar film terlaris.
- Dilan 1991 – 5,25 Juta Penonton

Film remaja romantis ini memikat jutaan penonton berkat chemistry yang kuat antara pemeran utamanya serta popularitas novel yang diadaptasi. Dilan menjadi salah satu fenomena budaya pop Indonesia.
- Laskar Pelangi – 4,7 Juta Penonton

Sebagai film yang mengangkat kisah inspiratif dari Belitung, Laskar Pelangi berhasil menembus emosi penonton dan bahkan menjadi salah satu film Indonesia yang diakui secara internasional.
Akankah Agak Laen 2 Masuk Ke Daftar Ini?
Melihat capaian minggu pertama yang luar biasa, sangat mungkin Agak Laen 2 masuk ke daftar di atas, bahkan berpotensi masuk tiga besar jika tren stabil.
Film dengan pembukaan di atas 2 juta penonton dalam tujuh hari pertama biasanya memiliki peluang untuk menembus angka 7–10 juta penonton, tergantung momentum serta seberapa kuat daya tahannya di minggu ketiga dan keempat.
Jika performanya menyerupai film-film fenomenal sebelumnya dan tidak mengalami penurunan drastic maka kemungkinan untuk menantang rekor Jumbo menjadi sangat realistis.
Satu hal yang jelas: industri film Indonesia kembali berada pada fase persaingan yang sehat dan menggairahkan, dengan film lokal yang tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga diterima luas di berbagai lapisan masyarakat.












