Kabar5News.id – Diah Pitaloka Giordano, perempuan asal Indonesia yang kini bersuamikan bule, seringkali membagikan pengalaman hidupnya di media sosial, selama ia tinggal di Milan, Italia.
Diah berharap, pengalaman hidup yang ia bagikan di media sosial bisa bermanfaat bagi semua perempuan Indonesia. Khususnya yang saat ini merasa insecure karena memiliki warna kulit yang gelap.
Pasalnya, di Italia, banyak bule yang inginkan kulitnya lebih gelap. Usaha tersebut tidak mudah dilakukan, bahkan mereka rela habiskan uang puluhan juta dalam jangka waktu yang singkat.
Cerita Diah kali ini, seolah membangkitkan rasa cinta serta syukur karena perempuan Indonesia dianugerahi warna warna kulit yang beragam.
Terutama yang memiliki warna kulit hitam manis yang kerap dianggap lebih eksotis karena menampilan keunikan tersendiri.
Kulit hitam memiliki kelebihan dalam hal perlindungan alami terhadap matahari dan seringkali terlihat bercahaya dan sehat.
Seperti apa kisahnya? Berikut ulasan singkatnya.
https://www.instagram.com/reel/DMAn_HhNsPL/?igsh=aW5jNHZzdThtMmo0
Lewat tayangan video yang diunggah akun media sosial miliknya @diahgiordano88 pada Sabtu (12/07/2025).
Diah yang merupakan perempuan paruh baya, mengaku kaget setelah bertemu dengan bule yang setiap hari menghabiskan liburannya untuk berjemur di pantai dekat tempat tinggalnya.
Di Italia, Diah tinggal di pesisir pantai kecil non komersil yang jarang dikunjungi banyak orang. Disana ia memulai kehidupan baru dengan suaminya.
Ia baru mengetahui, bule Italia habiskan selama satu minggu hanya untuk berjemur di pantai. ribuan euro hanya untuk berjemur di patai . Mereka melakukannya setiap hari, dari pagi hingga petang.
“Jujur aku tuh kaget banget, orang Italia bisa habiskan uang puluan juta buat berjemur di pantai,” kata Diah.
“Bangun pagi mereka berjemur, istirahat makan siang sebentar setelah itu berjemur sampai sore. Terus aja kayak gitu selama seminggu,” sambungnya.
Menurut penuturan Diah uang yang mereka habiskan sekitar Rp60 juta dalam waktu satu minggu. Demi membuat kulit putihnnya menjadi agak gelap.
“Mereka itu habiskan uang hampir 3000 euro atau sekitar RP60 juta demi apa coba? Demi kulitnya jadi hitam!,” tegas Diah.
Kata Diah, fenomena tersebut umum terjadi pada musim panas dan sering kali dilakukan banyak individu di Italia untuk memenuhi gaya hidupnya.
Sekaligus menampilkan warna kulit impian yang lebih keren dan modis.
“Kalau disini selama punya musim panas, punya kulit hitam itu keren. Itu juga jadi simbol dan gaya hidup, Untuk menunjukan, kalau dia habis liburan,” imbuhnya.
Dengan demikian, Diah jadi banyak bersyukur bahwa ia terlahir sebagai perempuan Indonesia berkulit hitam manis. Di Italia, bule harus berjuang terlebih dulu untuk memiliki warna kulit impian.
Di akhir video, Diah menyampaikan pesan untuk semua perempuan Indonesia agar tidak incesure dengan warna kulit yang hitam. Di Italia, individu berkulit gelap sering dipandang modis dan lebih menarik.***