Kabar5News – Indonesia dikenal dengan beragam kuliner yang nikmat dan menggugah selera. Setiap daerah memiliki kuliner khasnya masing-masing.
Salah satu kuliner yang terkenal di Indonesia adalah sambal. Ini adalah jenis makanan pendamping yang juga bisa kita temui di hampir semua daerah di Indonesia.
Ada lebih ratusan jenis sambal di Nusantara, memiliki sejarah panjang yang terjalin erat dengan perjalanan budaya dan kuliner yang tersebar di seluruh penjuru negeri ini.
Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat di berbagai pulau sudah terbiasa menggunakan cabai dan rempah-rempah untuk memberi rasa pada makanan mereka.
Perlu diketahui, cabai bukanlah tanaman asli Indonesia. Sedangkan cabai tiba sekitar abad ke -16 dibawah oleh pedagang Portugis dari benua Amerika Selatan melalui jalur perdagangan rempah-rempah.
Sebelum itu, masyarakat lokal sudah mengenal rasa pedas melalui rempah-rempah lain seperti lada, jahe dan andaliman. Alhasil, tanaman ini cepat tumbuh menyebar di tanah subur nusantara.
Dari situlah lahir beragam jenis sambal yang berbeda di setiap daerahnya. Di Jawa sambal sering di ulek dengan terasi dan gula merah. Sedangkan di Sumatera sambal menyatu dengan aroma bawang, andaliman, atau bahkan dicampur dengan ikan atau petai.
Di Sulawesi dan Maluku sambal kadang bercampur perasan jeruk nipis kenari atau bahkan minyak kelapa memberi rasa pedas segar yang khas.
Namun, sambal kemudian tidak hanya jadi pelengkap, tetapi juga menjadi identitas budaya. Dalam setiap upacara adat, kenduri hingga makan sehari-hari sambal selalu hadir. Ia bukan sekedar bumbu, melainkan simbol kebersamaan di meja makan.
Berikut adalah beberapa jenis sambal Nusantara, simak ulasannya:
1. Sambal Ganja (Aceh)
2. Sambal Andaliman (Sumatera Utara/Tapanuli)
3. Sambal Ijo (Sumatera Barat)
4. Sambal Tuktuk (Sumatera Utara/Tapanuli)
Hingga kini, sambal terus berkembang. Generasi demi generasi menambahkan sentuhan baru serta melekat dirasa tanpa kehilangan akar tradisinya.