Kabar5News – Stroke ternyata bisa menyerang usia anak-anak. Seperti yang terjadi pada bocah laki-laki 11 tahun, hingga kini masih menjalani terapi pemulihan.
Stroke yang dialami bocah asal Louisiana, Amerika Serikat tersebut bermula dari sebuah kecelakaan di sekolahnya.
Salah satu anggota tubuhnya, tepatnya pada area kepala mengalami cedera serius ditengarai sebagai penyebab stroke. Akibat dari insiden terbentur bola yang ditendang temannya.
Ketika kejadian, bocah laki-laki bernama Ditmore tengah asyik memegang spidol yang dimasukkan dalam mulutnya.
Bola yang tanpa sengaja mengenai kepalanya mengakibatkan spidol terdorong ke belakang sampai mengenai tenggorokan.
Pasca insiden tersebut, dokter menemukan adanya gejala stroke. Melansir dari People yang dikutip dari CNN Indonesia, dampak kejadian itu bikin Ditmore terkena gangguan bicara.
Contohnya seperti cadel, sulit menggerakkan lengan kiri serta separuh otot wajah jadi lemas.
Ditmore bisa kena stroke, karena dokter menemukan adanya penanda luka dalam pada area tenggorokan hingga menekan arteri karotisnya.
Dampak penekanan arteri berujung pada terbentuknya gumpalan darah, sebagai pemicu stroke.
Sekilas Pandang Stroke Mampu Renggut Nyawa Penderita
Berdasarkan pada kasus tersebut, stroke merupakan silent killer yang sewaktu-waktu tanpa disadari bisa merenggut nyawa penderita.
Kondisi itu termasuk darurat medis yang diakibatkan oleh terganggunya aliran darah ke otak maupun pecahnya pembuluh darah.
Sehingga sel dalam otak perlahan mati, karena kekurangan asupan oksigen serta nutrisi.
Jika tanpa penanganan tepat, stroke bisa menyebabkan rusaknya otak permanen, cacat hingga kematian.
Cara Mencegah Stroke Sedini Mungkin
Stroke kini bisa menyerang segala usia, anak-anak pun tidak luput dari incaran kondisi medis seperti itu.
Maka, perlu menjaga kondisi tubuh sedini mungkin menggunakan cara mudah berikut ini.
1. Sempatkan aktivitas fisik atau olahraga
Setiap hari luangkan sedikit waktu, paling tidak 30 menit untuk olahraga demi menjaga tubuh bugar dan sehat, sirkulasi udara lancar, berat badan ideal.
Mulailah dengan jalan selama 30 menit sehari, ikut klub kebugaran, lebih baik naik tangga daripada lift.
2. Menjaga pola makan
Langkah kedua dengan mengurangi makanan tinggi lemak jenuh, garam, gula. Konsumsi makanan kaya nutrisi penting, memperbanyak makan buah dan sayur.
3. Hindari kebiasaan merokok
Sebaiknya mulai menghentikan kebiasaan merokok, jika masih tidak berhenti, bisa mempercepat terbentuknya gumpalan darah.
4. Mengelola berat badan dan tekanan darah
Langkah terbaik selanjutnya dengan mempertahankan berat badan ideal supaya terhindar dari obesitas, kalau gemuk mudah terkena stroke.
Ketika individu mengurangi konsumsi natrium, rutin aktivitas fisik serta mampu mengelola stress. Maka, tekanan darah akan tetap normal.
5. Menjaga pola kesehatan lainnya
Sebaiknya mulai membiasakan pola tidur 7 sampai 8 jam setiap hari untuk meminimalkan serangan stroke.
Selain itu, mengontrol gula darah tetap normal juga penting. Karena diabetes bisa memicu stroke.
Melakukan cek kesehatan rutin secara teratur, contohnya periksa kolesterol maupun tekanan darah.












