Kabar5News – Indonesia resmi kedatangan tiga unit pesawat tempur Rafale buatan Prancis yang telah mendarat di Pekanbaru, Riau, pada 23 Januari 2026. Kehadiran batch pertama ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan pertahanan udara nasional.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memastikan bahwa ketiga pesawat tersebut telah tiba dengan aman dan kini siap digunakan oleh TNI Angkatan Udara (AU).
“Dapat kami sampaikan bahwa tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia,” ujar Rico, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, secara administratif dan teknis, proses serah terima telah rampung sehingga pesawat sudah dapat dioperasikan.
Adapun seremoni penerimaan resmi akan dilaksanakan kemudian, menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Presiden Prabowo Subianto.
“Seremoni penerimaan resmi akan dilaksanakan kemudian, menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Bapak Presiden,” tambahnya.
Disiapkan Sejak 2025
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Tonny Harjono telah menyampaikan rencana kedatangan tiga Rafale pada awal 2026. Saat itu, ia menyebutkan pengiriman batch pertama diperkirakan tiba antara Februari hingga Maret 2026.
“Rencananya antara Februari atau Maret, kita akan menerima batch pertama tiga pesawat dulu,” kata Tonny dalam keterangannya di Lanud Halim Perdanakusuma, September 2025 lalu.
Namun realisasinya, pesawat tersebut telah lebih dahulu tiba pada Januari 2026 dan langsung ditempatkan di Pekanbaru sebagai lokasi disposisi awal.
Perkuat Daya Tangkal Nasional
Penempatan Rafale di Pekanbaru bukan tanpa alasan. TNI AU sebelumnya telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung di wilayah tersebut guna memastikan operasional berjalan optimal.
“Sejauh ini kita sedang menyiapkan sarana-prasarana infrastruktur yang ada di Pekanbaru untuk bisa menerima pesawat Rafale,” ujar Tonny.
Sebagai jet tempur multi-role generasi modern, Rafale memiliki kemampuan superior dalam misi pertahanan udara, serangan darat, hingga pengintaian strategis. Kehadirannya diharapkan meningkatkan daya tangkal (deterrence effect) Indonesia sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Dengan tibanya tiga Rafale ini, Indonesia memasuki b abak baru dalam modernisasi kekuatan udara. Publik kini menanti peresmian resmi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol penguatan pertahanan nasional yang semakin solid.












