Kabar5News – Jika dahulu stroke identik dengan penyakit orang tua, sekarang sudah bergeser ke arah usia produktif. Bahkan, individu yang selalu menjalankan pola hidup sehat saja bisa terkena.
Belum lama ini tersebar kabar di salah satu platform media sosial, ada seorang usia muda produktif terlihat sehat, rajin olahraga, makan bersih, hidup produktif, mendadak collapse.
Bukan karena sebab penyakit fisik, melainkan mental serta sistem sarafnya sudah overload. Hingga akhirnya stroke datang menyerang.
“Gue punya teman arsitek, sehat banget,literally poster boy of success & wellness, gym tiap hari, makan real food, gak merokok, gak minum. Tapi kemarin dia tiba-tiba collapse. No warning, no sign, ” tulis narasumber pada akun TikTok @cocoasuransiindonesia.
Apa Itu Stroke?
Berdasarkan penelusuran informasi dari laman resmi Rumah Sakit Pondok Indah, stroke merupakan gangguan fungsional otak, kejadiannya mendadak, diikuti gejala klinis maupun tanda yang berlangsung lebih dari 24 jam.
Serangan stroke yang mengenai seseorang bisa terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang.
Secara umum penyebabnya ada dua yaitu berasal dari penyumbatan disebut stroke iskemik dan pecahnya pembuluh darah dikenal dengan stroke hemoragik.
86 persen kasus stroke berasal dari penyumbatan, sedangkan 12 persen karena pecahnya pembuluh. Kondisi tersebut diperparah dengan pola hidup manusia modern yang sangat sibuk dan stress.
Seperti kejadian yang baru saja viral di medsos, yang mana usia muda terkena stroke padahal pola hidupnya sehat banget.
Ternyata ada sebab khusus, ikuti penjelasan singkat berikut.
Sebab Stroke Menyerang Usia Muda Meskipun Pola Hidup Keseharian Sehat
Kembali lagi pada penjelasan awal dari seorang narasumber di salah satu akun medsos. Serangan stroke yang menimpa kawannya pada usia produktif karena burnout saraf.
Sosok tersebut disebut kesulitan mendapatkan kualitas baik dalam keseharian nya, bahkan sering sekali mengunjungi psikolog untuk konsultasi sekaligus pengobatan.
“Setelah dicek ke keluarganya, ternyata dia recently sering ke psikolog dan mengeluh tentang pas malam dia susah tidur dan suka overthinking. Ini jelas dia dalam mental condition “fight or flight” terus dan secara sains, itu namanya hyperarousal, di mana sistem saraf elo nyangkut di mode siaga. Kayak elo lagi dikejar bahaya 24 jam,” jelasnya.
Ternyata, sekarang banyak banget ditemukan kasus serupa yang menimpa anak muda. Tanpa mereka sadari dalam dirinya sudah terjadi tanda-tanda burnout saraf.
“Dan gila banget, seorang dokter sama psikiater mulai nemuin banyak banget kasus kayak gini. Bahkan orang-orang muda yang kelihatan sehat, ternyata punya tanda-tanda burnout saraf tanpa mereka sadar,” ungkap narator.
Lebih lanjut, narator mengungkapkan bahwa pola hidup modern jika tidak hati-hati, bisa bikin hormon stres meningkat, imbasnya kena stroke dan penyakit lainnya.
“Tiap hari stress, overthinking, worry, lembur, mikirin masa depan, itu semua bikin hormon stress elo, kayak kortisol dan adrenalin naik terus. Jantung, pencernaan dan otak elo kena imbasnya,” imbuhnya.
Ada sedikit pesan supaya siapapun yang masih berada di usia muda tidak kena stroke, pola hidup sehat benar-benar sejalan.
“Para psikiater selalu bilang, kalau badan elo sehat, tapi pikiran gak pernah tenang, itu tetap penyakit. So yeah, eat clean, go gym, hustle hard, tapi jangan lupa! Your minds needs rest too,” tulisnya.
“Tarik nafas panjang. Disconnect bentar. Biarkan tubuh elo ngerasa aman lagi. Karena kadang, yang bikin elo jatuh, bukan karena elo lemah. Tapi karena elo terlalu lama berperang sendirian di kepala elo sendiri,” pungkasnya.












