Kabar5news
Sabtu,21 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Jejak Diplomasi Internasional Kesultanan Banten pada Abad ke-17

Kesultanan Banten membuktikan diri sebagai entitas politik yang disegani dengan mengirimkan misi diplomatik resmi ke jantung Britania Raya pada tahun 1682

Kurt Morrison by Kurt Morrison
10 Januari 2026
in HIBURAN
0
Jejak Diplomasi Internasional Kesultanan Banten pada Abad ke-17

Utusan Diplomatik Kesultanan Banten ke Kerajaan Inggris. Gambar: Common Use

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Jauh sebelum Indonesia mengenal konsep kedaulatan modern, Kesultanan Banten telah menorehkan tinta emas dalam sejarah diplomasi internasional. Di tengah kepungan dominasi kongsi dagang Belanda (VOC), Kesultanan Banten membuktikan diri sebagai entitas politik yang disegani dengan mengirimkan misi diplomatik resmi ke jantung Britania Raya pada tahun 1682.

Misi itu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah strategi politik tingkat tinggi untuk mencari sekutu di Eropa guna menghadapi tekanan kolonial yang kian menghimpit Nusantara.

RELATED POSTS

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

Pada tahun 1682, pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, penguasa Banten yang dikenal sangat anti-Belanda, mengutus dua pejabat tinggi kesultanan sebagai duta besar untuk menemui Raja Charles II dari Inggris. Mereka adalah Kyai Ngabehi Naya Wipraya dan Kyai Ngabehi Jaya Sedana.

Kedatangan mereka di London menjadi fenomena besar. Dengan pakaian adat yang megah dan perilaku yang santun, kedua duta besar ini disambut dengan upacara militer yang luar biasa. Mereka tidak hanya diterima di Istana Windsor, tetapi juga diberikan gelar kehormatan oleh Raja Charles II, yakni Sir Abdul dan Sir Ahmad. Gelar ini menjadi simbol pengakuan Inggris terhadap kedaulatan Banten sebagai mitra sejajar.

Tujuan utama dari misi ini adalah memperkuat hubungan dagang dan militer. Banten masa itu merupakan salah satu produsen lada terbesar di dunia, komoditas yang lebih berharga daripada emas di Eropa. Sebagai bentuk persahabatan, rombongan Banten membawa persembahan yang sangat mewah, termasuk:

• ​200 karung lada kualitas terbaik.
• ​Jahe, cengkeh, dan akar bahar.
• ​Berbagai perhiasan permata dan intan.
• ​Emas berukir burung merak.

Dibalik kemurahan hati tersebut, ada permintaan krusial, Banten ingin membeli persenjataan modern, seperti meriam dan senapan, serta meminta bantuan armada Inggris untuk menghadapi agresi VOC di Selat Sunda.

​Ironisnya, saat Naya Wipraya dan Jaya Sedana sedang menikmati jamuan mewah di London, situasi di tanah air justru sedang membara. Perang saudara pecah antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya, Sultan Haji, yang didukung oleh Belanda.
​Ketika kedua duta besar ini kembali ke Banten, mereka mendapati pelabuhan kebanggaan mereka telah jatuh ke tangan VOC.

Sultan Haji yang menang perang berkat bantuan Belanda terpaksa menandatangani perjanjian yang melarang pedagang Inggris (East Indie Company) untuk beroperasi di Banten. Misi diplomatik yang awalnya sukses besar tersebut akhirnya kandas oleh pengkhianatan dari dalam dan tekanan kolonial.

Tags: East Indie CompanyKesultanan BantensejarahSultan Ageng TirtayasaSultan HajiVOC
Previous Post

Nokia X2 2026 Hadir Mengguncang Smartphone Entry Level dengan Performa Gahar dan Daya Tahan Kuat

Next Post

Pilkada Lewat DPRD, Sebuah Upaya Untuk Menekan Biaya Politik, Korupsi, dan Pengembalian Arah Demokrasi

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

by Kurt Morrison
19 Maret 2026
0

Kabar5News – Masa libur Idul Fitri di era 90-an terasa sangat spesial. Bagi generasi yang tumbuh di masa itu, momen...

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

by Fajar Novryanto
18 Maret 2026
0

Kabar5News - Beragam lokasi wisata di Jabodetabek tetap buka dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak mudik untuk mengisi...

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

by Kurt Morrison
18 Maret 2026
0

Kabar5News – Tak terasa hari raya Idul Fitri sudah di depan mata. Idul Fitri atau Lebaran, di Indonesia selain momen...

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, meninggalkan...

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Terjebak kemacetan dalam waktu lama sering kali menjadi situasi yang tidak nyaman, terutama ketika tiba-tiba ingin buang air...

Next Post
Pilkada Lewat DPRD, Sebuah Upaya Untuk Menekan Biaya Politik, Korupsi, dan Pengembalian Arah Demokrasi

Pilkada Lewat DPRD, Sebuah Upaya Untuk Menekan Biaya Politik, Korupsi, dan Pengembalian Arah Demokrasi

Mengembalikan Arti Demokrasi: Pilkada Lewat DPRD Sebagai Ikhtiar Melawan Korupsi dan Membumikan Pancasila

Mengembalikan Arti Demokrasi: Pilkada Lewat DPRD Sebagai Ikhtiar Melawan Korupsi dan Membumikan Pancasila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

20 Maret 2026
Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

20 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In