Kabar5news
Senin,23 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Kata Novelis Tentang Prosa ‘Kisah Orang Selatan’ Karya Taufan Hunneman

“Kisah Orang Selatan” terhubung erat dengan kolonialisme, bercorak realisme-historis. Sebagai tokoh utamanya adalah sosok Mbah Jenggot, seorang kyai, tabib dan guru mengaji.

Redaksi by Redaksi
8 Oktober 2025
in HIBURAN
0
Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika Luruskan Pernyataan Anggota DPR RI Soal Kogabwilhan

Ketua Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, Taufan Hunneman (Foto: ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Sebagai pembaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer ada satu buku kompilasi novel yang membuat saya terenyuh sehabis membacanya, yakni “Kisah Dari Blora”. Fragmen-fragmen cerita di dalamnya begitu naratif sehingga ketika membacanya saya bisa merasakan kegetirannya.

Tentu saja saya tidak hendak mengatakan bahwa Taufan Hunneman setara dengan Pram, hanya saja pada prosa “Kisah Orang Selatan” saya mendapatkan suasana kegetiran yang dekat.

RELATED POSTS

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

Karena boleh jadi pada “Kisah Dari Blora”, berlatar di daerah Blora di Jawa Tengah bagian utara dan “Kisah Orang Selatan”, berlatar kisah di daerah Gombong di Jawa Tengah bagian selatan, keduanya mengandung resonansi sejarah Republik Indonesia.

Kemudian, yang pertama suasananya Indonesia beberapa tahun paska Proklamasi kemerdekaan, sedangkan yang kedua suasananya Indonesia beberapa tahun menjelang Proklamasi, dan lagi-lagi kesamaannya adalah kegamangan akan masa depan.

“Kisah Orang Selatan” terhubung erat dengan kolonialisme, bercorak realisme-historis. Sebagai tokoh utamanya adalah sosok Mbah Jenggot, seorang kyai, tabib dan guru mengaji.

Adalah tipikal “orang kecil”, atau orang biasa pada era itu. Hidupnya hancur, terasing dan terpaksa beradaptasi dengan kekejaman zaman baik di bawah kolonial Belanda maupun pendudukan Jepang.

Meskipun demikian Mbah Jenggot tidak hanya digambarkan sakti mandraguna, sebuah atribut yang melambangkan kebijaksanaan lokal atau spiritualitas Jawa, ia juga menjadi penjaga ingatan sejarah.

Kegelisahannya bukan soal harta apalagi kedudukan, melainkan kemurnian identitas Jawa yang mendalam dan trauma kolonial yang diwariskan.

Sebuah trauma yang berakar dari Perang Jawa (1825 – 1830) dan penangkapan Pangeran Diponegoro yang digambarkan sebagai “tipu muslihat”, yang berujung pada pembuangan ayahnya, Kyai Bintoro.

Hingga pada suatu hari Mbah Jenggot memanggil anaknya Wirokaryo. Diskusi merekalah yang menjadi kunci narasi prosa ini.

Mbah Jenggot berkata ia tidak tidur selama hampir 3 hari dikarenakan bermimpi tentang cucunya, Dashiah yang kelak akan bertemu “setan Londo” dan memboyong menjadi istrinya.

Dalam diskusi itu Mbah Jenggot bukan hanya mengutarakan ketakutan pribadi, melainkan juga sebuah ramalan tentang kontaminasi identitas dan kegagalan menjaga nilai.

Maka ia pun bersumpah akan mengajari cucunya tentang cinta Tanah Jawa. Sebuah upaya heroik untuk melawan mimpinya, melawan arus sejarah.

Penindasan Dari Londo ke Nippon

Babak baru dimulai, dengan kedatangan bangsa Jepang. Siklus penindasan berganti rupa.  Benteng Van Der Wijk di Gombong yang diangkat sebagai tempat muslihat penangkapan Diponegoro menjadi lokasi dimana luka lama dibuka kembali dengan kedatangan bangsa Nippon di akhir 1942

Namun demikian kontrasnya sangat tajam. Apabila Londo menipu dengan muslihat sedangkan Nippon datang sebagai “saudara tua” namun mempraktikan kekejaman fisik.

Hingga peristiwa itupun dialami oleh Mbah Jenggot. Hanya dikarenakan menolak kehendak Nippon untuk membungkuk ia mendapat bentakan, tamparan hingga hingga pukulan bertubi-tubi. Satu peristiwa yang merupakan klimaks narasi prosa “Kisah Orang Selatan”.

Klimaks cerita berakhir dengan ironi tragis. Menjelang wafatnya sehabis dipukuli Nippon ia minta dibuatkan ayunan di bawah pohon asem, untuk bisa berbaring di sana.

Lalu Mbah Jenggot meminta cucu kesayangannya, Dashiah mengayun-ngayunkannya sambil menyanyikan tembang Jawa yang sering diajarkannya.

Adegan penutup prosa lalu berfokus kepada kegelisahan awal; “Perempuan yang kelak menikah dengan setan Londo ini … Tetap nurut”.

Setelah tiga hari dalam ayunan, Mbah Jenggot akhirnya wafat. Wafatnya menggarisbawahi kegagalan usahanya melawan takdir, yaitu takdir Dashiah diboyong dan menikah dengan setan Londo.

Meninggalkan pertanyaan getir; apakah semua perjuangan Mbah Jenggot, termasuk pengorbanan nyawanya, akhirnya gagal mencegah bangsa “Londo” ke dalam garis darahnya?

Saya rasa jawabannya adalah; kepatuhan Dashiah yang mengayun-ayunkan sambil menyanyikan tembang Jawa dapat diinterpretasikan sebagai kemenangan simbolis Mbah Jenggot.

Meskipun Dashiah kelak akan diboyong “setan Londo”, namun akar warisan leluhur dan tembang Jawa telah tertanam dalam dirinya.

#

Ulasan ini ditulis oleh Bobby Revolta yang merupakan penulis buku, blogger dan novelis. Karya-karyanya seputar tema sejarah dan cerpen tentang kemanusiaan. Salah satu buku yang ditulis oleh Bobby Revolta berjudul “Operasi Seroja, Di Timor-Timur Dahulu Kami Berjuang Untuk Negara”

Tags: Bobby revoltaprosaprosa sastrasastraTaufan Hunneman
Previous Post

Presiden Prabowo Luncurkan Sekolah Garuda, Tonggak Baru Transformasi Pendidikan Nasional

Next Post

Novelis dan Aktivis Perhutani Ulas Prosa Sastra ‘Bunuh Diri Kelas’ Karya Taufan Hunneman

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

by Kurt Morrison
19 Maret 2026
0

Kabar5News – Masa libur Idul Fitri di era 90-an terasa sangat spesial. Bagi generasi yang tumbuh di masa itu, momen...

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

by Fajar Novryanto
18 Maret 2026
0

Kabar5News - Beragam lokasi wisata di Jabodetabek tetap buka dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak mudik untuk mengisi...

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

by Kurt Morrison
18 Maret 2026
0

Kabar5News – Tak terasa hari raya Idul Fitri sudah di depan mata. Idul Fitri atau Lebaran, di Indonesia selain momen...

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, meninggalkan...

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Terjebak kemacetan dalam waktu lama sering kali menjadi situasi yang tidak nyaman, terutama ketika tiba-tiba ingin buang air...

Next Post
Novelis dan Aktivis Perhutani Ulas Prosa Sastra ‘Bunuh Diri Kelas’ Karya Taufan Hunneman

Novelis dan Aktivis Perhutani Ulas Prosa Sastra 'Bunuh Diri Kelas' Karya Taufan Hunneman

Ciri-Ciri Orang yang Menyukai Hidup Sederhana

Ciri-Ciri Orang yang Menyukai Hidup Sederhana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

20 Maret 2026
Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

20 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In