Kabar5news – Di tengah menjamurnya minimarket modern di tengah pemukiman warga, Warung Madura hadir dan konsisten melayani pelanggan selama 24 jam.
Itu pula yang menjadi daya tarik Warung Madura, buka hingga 24 jam non-stop tanpa dikenakan biaya parkir bagi pelanggan yang membawa kendaraan pribadi.
Item yang dijual di Warung Madura tak kalah komplit dan lengkap seperti yang dijual di Indomaret, Alfamart, dan minimarket modern lainnya.
Di mulai dari sembako, makanan ringan hingga kebutuhan rumah lainnya yang dijual dengan harga yang murah tanpa dikenakan pajak.
Modal untuk memulai bisnis Warung Madura tidak sulit, Anda hanya butuh modal, ruang usaha, dan karyawan yang siap membantu dan menjaga toko selama 24 jam.
Karyawan yang direktur tanpa ada batasan usia, pendidikan tak perlu memadai, atau good looking. Penampilan tidak utamakan, bekerja tanpa memakai seragam yang terpenting pakaian rapih dan bersih.
Lantas berapa gaji karyawan Warung Madura?
Berbicara mengenai karyawan, salah satu channel Youtube Daviatul Umam pernah ungkap pengalaman dirinya selama menjadi karyawan termasuk gaji yang didapat selama ia bekerja di Warung Madura.
Menurut penuturan Umam, sistem gaji di toko kelontong tradisional tersebut berbeda dengan lainnya, ada nominal uang yang diterima tiap bulan atau yang disebut dengan gaji.
Ada uang harian hasil dari bagi hasil antara pemilik dan karyawan sebesar 10 persen dari total penghasilan yang didapat setiap harinya.

“Kalau gajian tinggal nunggu setiap bulan. Kalau bagi hasil agak ribet,” ujarnya.
“Misal omset per hari Rp3 juta, sekitar sepuluh persen disisihkan utnuk ditabung. Artinya Rp9 juta perbulan,” sambungnya.
Pria muda yang bekerja di Warung Madura tersebut mengungkap jika uang yang dapatkan nantinya dikurangi biaya-biaya lain seperti biaya sewa tempat usaha.
Setelah itu, sisa uangnya akan masuk ke kantong pribadi sebesar Rp4 jutaan.
“Tabungan tadi dikurangi uang sewa, jadi sekitar Rp8.166.000. Setelah itu baru dibagi dua, hasil akhirnya masing-masing Rp4.083.000,” lanjutnya.
Umam juga mengatakan nominal tersebut dibagi dua dengan pemiliknya, sementara uang makan dan pulsa sudah ditanggung oleh kas warung.
Meskipun karyawan Warung Madura bekerja santai tanpa memakai seragam atau atribut lainnya, namun gajinya setara dengan UMR Jakarta sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk uang makan dan pulsa, itu tidak diambil dari hasil bagi tersebut, melainkan dari kas warung,” pungkasnya.***












