Kabar5news
Minggu,8 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Lebak dan Novel Max Havelaar, Dialektika Awal Menuju Indonesia Merdeka

Dekker menyingkap tabir penderitaan rakyat pribumi yang terjerat dalam lingkaran eksploitasi

Kurt Morrison by Kurt Morrison
5 November 2025
in HIBURAN
0
Lebak dan Novel Max Havelaar, Dialektika Awal Menuju Indonesia Merdeka

Cover Max Havelaar. source : Tetangga Exhibition

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Adalah sebuah wilayah yang berada di pelosok provinsi Banten, wilayah itu disebut Lebak. Kabupaten Lebak didirikan pada 2 Desember 1828 (berdasarkan Staatsblad No. 81) sebagai bagian dari pembagian wilayah Keresidenan Banten pada era pemerintah kolonial Belanda. Awalnya, ibu kota Lebak berada di Warunggunung.

Pada 31 Maret 1851, ibu kota dipindahkan secara resmi ke Rangkasbitung, yang menurut legendanya dahulu merupakan hutan bambu. Di kota kecil Rangkasbitung inilah yang menjadi latar belakang kisah penindasan dalam novel Max Havelaar.

RELATED POSTS

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Max Havelaar, atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda (1860), sebuah novel yang ditulis oleh Eduard Douwes Dekker di bawah nama pena Multatuli (artinya; Aku sudah banyak menderita), adalah karya yang monumental. Novel ini bukan sekadar novel biasa; namun semacam gugatan yang tajam dan menggugah terhadap penindasan sistematis yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda, melalui sistem Cultuurstelsel (Tanam Paksa).

Lebak, Banten, tempat Eduard Douwes Dekker pernah menjabat sebagai Asisten Residen. Melalui karakter utamanya, Max Havelaar, yang merupakan alter ego penulis, Dekker menyingkap tabir penderitaan rakyat pribumi yang terjerat dalam lingkaran eksploitasi. Max Havelaar menyaksikan bagaimana rakyat Lebak dipaksa menanam komoditas ekspor, seperti kopi, untuk kepentingan ekonomi Belanda, yang mengakibatkan kelaparan dan kemiskinan yang meluas.

Penindasan ini, tidak hanya dilakukan oleh pejabat kolonial Belanda yang serakah, tetapi juga diperparah oleh penguasa feodal pribumi yang korup (bupati dan jajarannya) yang dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial untuk menekan rakyat mereka sendiri. Ketika Havelaar mencoba memperjuangkan keadilan bagi rakyat Lebak, laporannya diabaikan, dan ia justru dipersulit hingga akhirnya membuatnya mengundurkan diri.

Pengalaman pahit inilah yang mendorong Eduard Douwes Dekker untuk menulis novel ini sebagai upaya terakhirnya untuk menuntut keadilan dan membuka mata publik Belanda.

Penerbitan Max Havelaar pada tahun 1860 menimbulkan kegemparan besar di Belanda. Gaya narasi yang satir, jujur, dan berapi-api berhasil menyentuh hati nurani banyak orang. Novel ini memaksa masyarakat Belanda, yang selama ini menikmati kekayaan hasil eksploitasi Hindia Belanda, untuk melihat wajah buruk kolonialisme yang disembunyikan. Kekayaan yang diagung-agungkan ternyata diperoleh dari penderitaan jutaan orang di tanah jajahan.

Kegemparan yang ditimbulkan oleh Max Havelaar, ditambah dengan kritik dari kaum intelektual dan politisi liberal Belanda seperti C. Th. van Deventer melalui tulisannya “Een Eereschuld (Hutang Kehormatan)” pada tahun 1899, menciptakan tekanan politik yang kuat. Tekanan itu akhirnya memaksa Kerajaan Belanda untuk mengakui bahwa mereka memiliki “hutang moral” kepada rakyat di Hindia Belanda.

Sebagai respons, pada tahun 1901, pemerintah kolonial Belanda meluncurkan kebijakan yang dikenal sebagai Politik Etis (Ethische Politiek) atau Politik Balas Budi. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Hindia Belanda melalui program Edukasi (Pendidikan), Irigasi (Pengairan) dan Emigrasi (Transmigrasi).

Kebijakan Politik Etis khususnya program Edukasi itulah yang secara tidak langsung meletakkan dasar bagi munculnya golongan terpelajar pribumi yang kemudian menjadi motor penggerak pergerakan nasional Indonesia sebagai pelopor menuju kemerdekaan Indonesia.

Tags: Eduard Douwes DekkerKabupaten LebakMax HavelaarMultatuliRangkasbitung
Previous Post

Dongkrak Penghasilan Clipper Dengan Gemini AI, Begini Caranya

Next Post

Prabowo Gelontorkan Rp 12 Triliun untuk Pelatihan Lulusan SMA, Inilah Lowongan Populer di Luar Negeri

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

by Kurt Morrison
7 Februari 2026
0

Kabar5News - Jakarta, tahun 1940-an. Di tengah kepulan asap kretek dan aroma kopi tubruk di kawasan Senen, seorang pria dengan...

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

by Kurt Morrison
5 Februari 2026
0

Kabar5News - Sejarah seringkali bekerja dengan cara yang misterius. Siapa sangka bahwa dentuman meriam di perbukitan Menoreh dan gerilya Pangeran...

Zubaidah Si Ida

Zubaidah Si Ida

by Redaksi
5 Februari 2026
0

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Zubaidah, atau akrab disapa Ida, adalah seorang pegawai bank yang baru saja...

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Sebuah karya sastra Taufan Hunneman Kabar5News - Aku adalah anjing kurap Yang menyaksikan kemunafikan hidup. Suara lantang hanya untuk posisi,...

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Kabar5News - Sepintas membaca cerita yang disebutnya Prosa Sastra berjudul Di Bandung Cinta Bersemi karya Taufan Hunneman ini terkesan aneh....

Next Post
Prabowo Gelontorkan Rp 12 Triliun untuk Pelatihan Lulusan SMA, Inilah Lowongan Populer di Luar Negeri

Prabowo Gelontorkan Rp 12 Triliun untuk Pelatihan Lulusan SMA, Inilah Lowongan Populer di Luar Negeri

Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Didirikan Prabowo Ini Sejarah dan Transformasinya.

Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Didirikan Prabowo: Intip Sejarah dan Transformasinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

7 Februari 2026
Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

7 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In