Kabar5news – Ramadhan merupakan bulan suci yang paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia, termasuk Indonesia. Momen ini identik dengan kebersamaan.
Di bulan Ramadhan, ibadah puasa tak hanya melatih spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, akan tetapi ada aktifitas yang dilakukan sambil menunggu adzan Maghrib, sebut saja ngabuburit.
Ngabuburit merupakan salah satu tradisi paling khas yang muncul setiap bulan Ramadhan di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh semua kalangan.
Pada awalnya, tradisi ngabuburit hanya dilakukan oleh anak-anak kecil dan remaja dengan cara bermain diluar sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Pada perkembangannya, ngabuburit jadi sebuah tradisi bahkan menjalar ke berbagai daerah. Tak hanya melibatkan aspek sosial dan budaya tetapi juga aspek ekonomi.
Ngabuburit, kegiatan sederhana yang sarat akan makna., sederhana akan tetapi mampu menyesuaikan diri dengan zaman.
Bahkan, sudah menjadi tren di semua kalangan, melampaui batas perbedaan untuk mempererat tali persaudaraan.
Berikut tim Kabar5news ulas mengenai asal usul ngabuburit, dari istilah bahasa Sunda hingga jadi tradisi nasional. Berikut ulasan singkatnya.
Mengenal Ngabuburit
- Berasal Dari Bahasa Sunda
Istilah “Ngabuburit” berasal dari bahasa Sunda , yaitu kata dasar burit yang berarti sore atau waktu menjelang petang.
Pada awalnya, aktifitas ini hanya dilakukan oleh anak-anak dan remaja yang bermain di luar rumah sambil menunggu adzan Maghrib.
Pada perkembangannya, ngabuburit juag dilakukan oleh orang dewasa dengan berbagai variasi kegiatan yang lebih modern seperti nongkrong di café, bersepeda santai, atau mengikuti kajian keagamaan, dan lain sebagainya

Ngabuburit dimaknai sebagai aktifitas menunggu sore menuju maghrib. Seiring waktu, istilah ini menyebar luas dan menjadi kosakata nasional yang dipakai di berbagai daerah.
- Ngabuburit di Berbagai Daerah
Ternyata setiap kota punya versi ngabuburit sendiri, sesuai dengan budaya lokal, ruang publik, dan kebiasan masyarakatnya.
Sebagai contoh di Jawa Timur, ngabuburit memiiki ciri khas unik berkat budaya kuliner dan tradisi ruang publik.
Banyak orang disana memilih ngabuburit dengan cara berburu takjil di pasar Ramdhan yang muncul musiman di berbagai titik.
Ada juga yang mengisi kegiatan ngabuburit dengan kegiatan sosial, seperti berbagi takjil, bakti sosial, atau ikut komunitas yang bergerak membantu sesama..
Surabaya memiliki gaya ngabuburit lebih beragam tetapi tetap kental dengan suasana Ramadhan. Banyak warga Surabaya ngabuburit dengan berburu takjik di titik-titik populer yang selalu ramai jelang maghrib.
- Tradisi Nasional
Pada akhirnya, perkembangan ini menunjukan bahwa ngabuburit tetap relevan di berbagai generasi dengan cara yang berbeda-beda
Tradisi ini terus hidup karena mampu menyesuaikan diri dengan zaman. Ia bisa sangat sederhana, bisa juga meraih, tetapi esensinya tetap sama, yaitu mengisi sore Ramadhan dengan cara yang menyenangkan.
Ngabuburit tak hanya sekedar tradisi, ada nilai budaya dan ekonomi di dalamnya. Warga bisa berburu takjil dan membeli dagangan para UMKM..
Momen yang ramai dan hangat dapat mempererat kebersamaan, membuat ibadah puasa terasa lebih ringan.












