Kabar5News – Jika kita berbicara tentang sejarah perkembangan musik rock di Indonesia, sulit untuk tidak menyebut satu nama legendaris, Log Zhelebour. Pada era 90-an, panggung musik tanah air bukan sekadar tempat hiburan, melainkan kawah candradimuka bagi musisi-musisi berbakat melalui ajang bergengsi Festival Rock Se-Indonesia.
Didukung oleh Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora), festival ini menjadi ajang kreatifitas anak muda, aktualisasi diri, sekaligus jembatan menuju industri musik profesional.
Festival Rock Log Zhelebour bukan sekadar kompetisi biasa. Bagi band-band daerah, masuk ke babak final festival ini adalah sebuah “syarat sah” untuk diakui sebagai rocker sejati. Era 90-an mencatat puncak kejayaan festival ini, di mana ribuan penonton memadati stadion besar pada gelaran final di kota Surabaya demi menyaksikan aksi panggung yang bertenaga.
Keterlibatan Menpora saat itu memberikan legitimasi bahwa musik rock adalah ekspresi positif pemuda. Melalui kolaborasi antara promotor swasta dan pemerintah, festival ini berhasil menyalurkan energi agresif anak muda ke dalam karya seni yang terstruktur.
Dampak dari festival ini sangat nyata bagi industri rekaman. Nama-nama besar yang hingga kini masih kita dengar, seperti Boomerang, Jamrud, Grass Rock, hingga Elpamas, adalah “produk” asli dari rahim festival ini.
Festival ini adalah semacam standar emas. Jika menang di sini atau masuk ke dalam 10 besar sebagai finalis, maka siap masuk studio rekaman. Log Zhelebour tidak hanya memberikan piala, tetapi juga kontrak rekaman di bawah bendera Logiss Records.
Inilah yang membedakan festival ini dengan ajang pencarian bakat modern; Log fokus pada karakter, skill teknis yang mumpuni, dan jiwa rock n’ roll yang autentik.
Logistik dan Skala Produksi yang Gigantik.
Secara teknis, festival ini dikenal sangat disiplin. Log Zhelebour membawa standar produksi kelas dunia ke Indonesia. Dari sistem suara (sound system) berkekuatan ratusan ribu watt hingga tata lampu yang megah, setiap detail dipersiapkan untuk memberikan pengalaman audio-visual yang maksimal bagi para penonton.
Kini, meski industri musik telah bergeser ke platform digital, semangat Festival Rock era 90-an tetap menjadi inspirasi. Ia mengajarkan bahwa untuk mencapai kualitas “legendaris”, dibutuhkan kompetisi yang sehat, dukungan regulasi yang tepat, dan tangan dingin seorang promotor yang memiliki visi jangka panjang.












