Kabar5News – Setiap tanggal 9 Maret, kita memperingati Hari Musik Nasional. Hari Musik Nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Tanggal itu dipilih sebagai penghormatan atas hari lahir maestro Wage Rudolf Supratman, sosok di balik lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semangatnya jelas: menjadikan musik sebagai simbol jati diri bangsa.
Semenjak 5 tahun terakhir ini, wajah musik Indonesia sudah jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Jika dulu kita kerap merasa “inferior” dengan gempuran musik Barat atau K-Pop misalnya, namun sekarang talenta Indonesia mulai unjuk gigi di panggung internasional.
Fenomena penyanyi muda, Niki (Nicole Zefanya) yang merajai tangga lagu streaming global, hingga grup rock indie Voice of Baceprot (VoB) yang rajin tur keliling Eropa. Digitalisasi telah meruntuhkan sekat geografis. Musik kita tidak lagi hanya jago kandang, tapi sudah menjadi konsumsi telinga warga dunia.
Tantangan di Balik Gemerlap Panggung
Namun, di balik riuhnya tepuk tangan penonton dan jutaan jumlah plays di Spotify, industri musik kita masih menyimpan “pekerjaan rumah” yang menumpuk. Beberapa isu klasik yang masih menghantui antara lain:
– Royalti:
Sistem pemungutan royalti di Indonesia masih sering dianggap belum transparan. Banyak musisi, terutama pencipta lagu di balik layar, yang belum merasakan dampak ekonomi yang setara dengan popularitas karya mereka.
– Pelestarian Musik Tradisional:
Di tengah gempuran musik modern, instrumen dan tangga nada tradisional sering kali terlupakan. Tantangannya adalah bagaimana mengemas musik tradisi agar tetap relevan bagi Generasi Alpha.
Merayakan Hari Musik Nasional sebagai penikmat musik dari musisi Indonesia, bisa kita tunjukan dengan sesederhana mendengarkan lagu melalui platform resmi (bukan bajakan), membeli merchandise asli dari musisi favorit, datang ke pertunjukan musik lokal di kota masing-masing dan membagikan karya musisi baru yang potensial ke lingkaran pertemanan.
Musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan. Di hari Musik Nasional ini, mari kita jadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Karena pada akhirnya, setiap nada yang tercipta adalah cerminan dari jiwa dan budaya kita.











