Kabar5News – Nama penyanyi cilik Farel Prayoga terdengar tak asing di telinga sebagian orang. Sosoknya pernah viral pada 2022 lalu, ketika ia didapuk untuk bernyanyi lagu berjudul “Ojo Dibandingke” pada HUT ke-77 RI di Istana Negara.
Setelah itu, namanya kian melambung. Wajah polosnya makin sering terlihat di layar kaca dan tayangan podcast artis di YouTube.
Suaranya pun makin sering terdengar di panggung-panggung offair. Hal itu lantas membuat penghasilannya bertambah signifikan.
Namun, ibarat cerita dongeng, kini kehidupan Farel berbanding terbalik. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Farel mengalami kehidupan yang sulit.
Ia dikabarkan cukup kewalahan menghadapi banyak cicilan yang harus dibayar. Situasi ini semakin terasa berat karena setelah suaranya berubah seiring pertambahan usia, jumlah tawaran pekerjaan pun berkurang drastis.
Menurut keterangan sang manajer, Rais, pendapatan Farel sudah tidak sebesar ketika dirinya sedang berada di puncak popularitas.
Bahkan, sebagian uang yang sempat terkumpul saat kariernya menanjak sudah habis untuk berbagai kebutuhan. Sebagian dialokasikan untuk usaha, namun hasilnya tidak sesuai harapan.
Kondisi tersebut membuat Farel sempat merasa bingung. Apalagi keluarganya di Banyuwangi tidak sepenuhnya menyadari bahwa pekerjaannya di panggung sudah tidak seramai dulu.
Akibatnya, ia harus tetap menanggung cicilan bulanan yang jumlahnya mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Dalam beberapa kesempatan, pembayaran cicilan itu bahkan sempat dibantu oleh manajernya.
Melihat keadaan semakin berat, Rais akhirnya menyarankan agar Farel menjual mobil yang ada di Banyuwangi, mengingat kendaraan tersebut jarang dipakai oleh Farel sendiri.
Rais menegaskan, proses penjualan mobil tersebut dilakukan dengan sepengetahuan ibu sambung Farel, karena secara administrasi kendaraan itu memang atas nama sang ibu sambung.
Menurut Rais, tidak mungkin penjualan mobil berlangsung tanpa persetujuan pihak keluarga. Seperti apakah sosok Farel Prayoga yang kini hidup dalam keterpurukan? Berikut ulasannya.
Farel Praypga ;ahir di Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada 8 Agustus 2010. Ia adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Farel kecil pernah bersekolah di SD Negeri 2 Kapundungan.
Awal Karier
Bakat Farel mulai menonjol ketika ia kerap menyanyikan lagu-lagu campursari dan dangdut koplo dengan suara khasnya yang polos namun merdu.
Dari sekadar tampil di acara kecil di kampung, perlahan ia mulai dikenal masyarakat. Pintu besar dalam kariernya terbuka lebar ketika ia menyanyikan lagu “Ojo Dibandingke” karya Abah Lala pada perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia di Istana Negara.
Penampilannya yang penuh percaya diri membuat para tamu undangan, bahkan Presiden, ikut terhibur. Sejak momen itu, nama Farel langsung melejit di dunia hiburan tanah air.
Perjalanan dan Tantangan
Meski usianya masih belia, perjalanan Farel tidak selalu mulus. Kehidupannya sempat menjadi sorotan ketika ayahnya tersandung kasus hukum.
Namun, Farel menunjukkan sikap tegar dan terus berfokus pada karier menyanyi. Dari hasil jerih payahnya di panggung, ia bahkan sudah bisa membantu perekonomian keluarga, membeli tanah, serta kendaraan. Hal ini memperlihatkan kedewasaan yang jarang dimiliki anak seusianya.
Kiprah Musik
Saat ini, Farel berada di bawah naungan Aneka Safari Records dan telah merilis beberapa single. Kehadirannya dianggap membawa warna baru dalam musik dangdut koplo, campursari, dan pop Jawa, karena ia berhasil memikat hati penonton dari berbagai kalangan dari anak muda hingga orang tua.