Kabar5News – Banyak orang merasa lebih fokus dan “melek” ketika memulai hari dengan secangkir kopi ditemani sebatang rokok.
Kombinasi ini sudah menjadi rutinitas umum, terutama di kalangan pekerja kantoran, sopir, hingga mahasiswa.
Tapi, benarkah rokok sambil ngopi bisa membuat otak bekerja lebih maksimal? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.
Menurut para ahli, sensasi “segar” yang dirasakan berasal dari efek gabungan dua zat stimulan: nikotin dari rokok dan kafein dari kopi.
Keduanya merangsang sistem saraf pusat dan berdampak pada peningkatan kewaspadaan serta konsentrasi jangka pendek.
“Ketika seseorang merokok dan minum kopi bersamaan, otaknya menerima dua sinyal stimulan yang membuatnya merasa lebih fokus dan terjaga,” jelas Spesialis Neurologi dari Rumah Sakit Umum Jakarta, dr Andi Wicaksono.
“Nikotin memicu pelepasan dopamin, sedangkan kafein menghambat adenosin yang menyebabkan rasa kantuk. Keduanya bekerja cepat dalam menciptakan ilusi energi dan produktivitas.” sambungnya.
Meski demikian, dr. Andi mengingatkan bahwa efek tersebut bersifat sementara dan bukan peningkatan fungsi otak yang sehat.
Dalam jangka panjang, kombinasi ini justru bisa memicu risiko gangguan jantung, paru-paru, serta kecanduan.
Sementara itu, hasil riset dari beberapa jurnal internasional juga mencatat, penggunaan nikotin dan kafein bersama-sama dapat memperkuat efek satu sama lain.
Namun, manfaat jangka pendek ini dibarengi dengan potensi efek samping yang serius, terutama bila dilakukan terus-menerus tanpa kontrol.
“Kalau sekadar ingin otak bekerja lebih optimal, ada cara yang lebih sehat. Misalnya tidur cukup, berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi,” tambah dr. Andi.
Meski menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi sebagian orang, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan memahami efek jangka panjang dari rutinitas “kopi dan rokok” ini.