Kabar5News – Waspada stroke sekarang tidak hanya menyerang lansia, tapi juga usia muda produktif. Sebagaimana pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menemukan banyak kasus stroke menimpa mereka dengan usia di bawah 40 tahun.
“Bahkan yang mengalami stroke itu di bawah usia 40 tahun, tadinya kita temukan pada usia lansia atau usia di atas 50 tahun,” tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, Senin (27/10/2025) mengutip CNN Indonesia.
Lebih lanjut, dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa prevelensi hipertensi pada usia dewasa muda produktif lebih tinggi dari diabetes melitus.
“Kita lihat prevelensinya agak jauh lebih besar, sekitar 15 sampai 18 persen. Lebih tinggi dari yang DM (Diabetes Melitus),” ungkap dr Siti Nadia Tarmizi.
Meningkatnya kasus hipertensi pada usia di bawah 40 tahun, menurut dr Siti Nadia Tarmizi karena pengaruh gaya hidup, pola makan, stres, kurangnya aktivitas fisik dan lain-lain.
“Pola yang sama juga untuk hipertensi. Kita tahu pola konsumsi gula, garam, lemak (GGL). Kemudian kita tahu ada sikap masyarakat yang selalu sedentary atau malas bergerak, aktivitas berkurang. Karena semua memudahkan, karena ada teknologi informasi,” paparnya.
Cara Mencegah Stroke Sejak Dini
Berdasarkan penelusuran dari laman UGM, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Fatwa Sari Tetra Dewi, sekarang banyak sekali anak muda tidak menyadari kalau dirinya kena hipertensi, sehingga minim melakukan pencegahan.
“Anak-anak muda tidak menyadari kalau mereka menderita hipertensi karena masih merasa sehat dari sisi kemampuan tubuh,” ungkapnya.
Hipertensi semacam pintu masuknya berbagai penyakit serius seperti stroke. Sehingga Fatwa Sari Tetra Dewi menegaskan pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak dini.
Bahkan, Fatwa menambahkan beberapa cara mencegah terkena stroke usia muda, asalkan konsisten melakukannya.
1. Hindari merokok
Tanpa disadari ada kandungan zat beracun dalam rokok yang berpotensi besar meningkatkan tekanan darah.
2. Meminimalkan mengkonsumsi makanan tinggi lemak
Makanan yang mengandung lemak jenuh bisa mempercepat munculnya plak di arteri.
3. Perbanyak konsumsi sayur dan buah
Berbagai kandungan vitamin, mineral, zat gizi, serat dan kebaikan lain yang ada dalam sayur serta buah, mampu menjaga tekanan darah stabil. Selalu masukkan menu sayur dan buah untuk konsumsi harian.
4. Hindari malas gerak lebih baik perbanyak aktivitas fisik
Ketika seseorang terbiasa malas gerak, berpeluang terkena stroke. Usahakan rutih olahraga, bisa dimulai dari jalan kaki, jogging dan lain-lain. Sehingga metabolisme tubuh terjaga, tekanan darah stabil.
5. Jangan sampai stres berlebihan
Saat seseorang mengalami tekanan psikologis, maka menjadi pemicu utama produksi hormon stres dalam tubuh. Endingnya tekanan darah bisa tinggi hingga terkena stroke.












