Kabar5News – Nama Kimo Stamboel sudah lama dikenal sebagai sutradara yang piawai menghadirkan film horor penuh ketegangan dan nuansa khas Indonesia. Setelah sukses dengan Badarawuhi di Desa Penari (2024) dan Sewu Dino (2023), kini Kimo kembali dengan karya terbarunya bertajuk “Abadi Nan Jaya (The Elixir)”, yang dijadwalkan tayang di Netflix mulai 23 Oktober 2025.
Film ini disebut sebagai proyek ambisius Kimo yang memadukan unsur budaya lokal, kisah keluarga, dan elemen horor zombi modern. Berlatar di sebuah desa terpencil di Yogyakarta, Abadi Nan Jaya mengisahkan keluarga pemilik usaha jamu terkenal yang terjebak dalam kekacauan akibat ambisi untuk menciptakan ramuan keabadian. Namun, eksperimen itu justru memicu wabah zombi yang mengancam seluruh desa.
Dibintangi oleh Donny Damara, Mikha Tambayong, Eva Celia, Dimas Anggara, Kiki Narendra, dan Marthino Lio, film ini tak hanya menawarkan ketegangan, tapi juga menggali sisi emosional dan sosial dalam hubungan keluarga Jawa yang diwarnai konflik kekuasaan dan tradisi.
Kimo Stamboel, yang juga menulis naskah bersama Agasyah Karim dan Khalid Kashogi, bekerja sama dengan tim produksi dari serial Kingdom (Korea Selatan) untuk memastikan detail dunia zombi digarap dengan matang, tanpa kehilangan sentuhan Indonesia.
Profil Lengkap Kimo Stamboel
Kimo Stamboel memiliki nama lengkap Mochammad Maliki Stamboel, lahir di Jakarta pada 25 Juni 1980. Ia merupakan salah satu sineas Indonesia yang dikenal karena keahliannya memadukan horor, budaya lokal, dan drama emosional dalam satu narasi sinematik yang kuat.
Pendidikan dan Awal Karier
Sejak muda, Kimo menempuh pendidikan di Australia, tempat ia bertemu dengan sahabat sekaligus kolaboratornya, Timo Tjahjanto. Keduanya kemudian dikenal luas sebagai The Mo Brothers, sebuah duo sutradara yang menghasilkan film-film horor berkelas seperti Macabre (Rumah Dara) (2009), Killers (2014), DreadOut (2019), Ratu Ilmu Hitam (2019), Sewu Dino (2023), dan Badarawuhi di Desa Penari (2024). Semua karya tersebut menegaskan reputasinya sebagai sutradara horor paling berpengaruh di Indonesia.
Debut Kimo sebagai sutradara dimulai lewat film Bunian (2004). Sejak itu, ia terus mengembangkan gaya penyutradaraan yang khas. Ia memadukan visual mencekam, cerita penuh simbolisme, serta akar budaya Indonesia yang kental.
Kimo dikenal dengan kemampuannya membangun atmosfer tegang tanpa kehilangan kedalaman karakter. Dalam banyak karyanya, ia mengeksplorasi sisi gelap manusia, hubungan keluarga, serta benturan antara modernitas dan tradisi.
Sebagai salah satu sutradara terkemuka di genre horor tanah air, Kimo kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengeksplorasi tema lokal yang dikemas secara sinematik dan modern. Melalui Abadi Nan Jaya, ia tak hanya menghadirkan teror visual, tetapi juga refleksi tentang ambisi manusia terhadap kekuasaan dan keabadian.
Dengan gaya khasnya yang selalu menonjolkan atmosfer mencekam dan simbolisme budaya, Kimo Stamboel kembali menegaskan posisinya sebagai sutradara horor paling berpengaruh di Indonesia saat ini.












