Kabar5news
Rabu,11 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Prosa ‘Kenangan Anak Muda’ Karya Taufan Hunneman dalam Pandangan Aktivis dan Jurnalis

Kalangan aktivis dan jurnalis ikut angkat bicara mengenai prosa 'Kenangan Anak Muda' Karya Taufan Hunneman. Mereka melihat prosa tersebut dalam sudut pandang yang berbeda

Redaksi by Redaksi
11 Maret 2026
in HIBURAN
0
Prosa ‘Kenangan Anak Muda’ Karya Taufan Hunneman dalam Pandangan Aktivis dan Jurnalis

Foto ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Ketua Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, Taufan Hunneman kambali menelurkan prosa terbarunya.

Kali ini prosa Taufan berjudul “Kenangan Anak Muda” dan rilis di Kabar5News.id pada Rabu (11/3/2026).

RELATED POSTS

Minahasa 1950

Kenangan Anak Muda

Kemunculan prosa tersebut langsung mencuri perhatian banyak pihak, diantaranya mantan aktivis era 90-an, Herlan Artono.

Kepada Kabar5News, Herlan mengaku telah mengikuti beberapa prosa Taufan yang ditulis sebelumnya.

Menurut Herlan, karya ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan prosa pertama sang penulis.

“Tulisan keduanya terasa lebih mengalir. Sejak awal membaca sudah ada ketertarikan untuk terus melanjutkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kepiawaian Taufan dalam merangkai kata dalam prosa “Kenangan Anak Muda”, menunjukkan kalau penulis memiliki referensi segudang, mulai dari novel, karya sejarah dan sosial politik.

Namun karya ini tak lepas dari kritik Herlan. Ia menilai ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Bagian pembuka dianggap agak membingungkan, terutama bagi pembaca awam.

Narasi awal seolah melompat ke alur berikutnya tanpa transisi yang jelas. “Beberapa pilihan kata pun agak nya dipaksakan bagi saya itu agak menggangu,” tambahnya.

Hal lain yang disayangkan adalah bagian akhir cerita yang dianggap kurang tuntas. Klimaks yang diharapkan tidak benar-benar hadir, sehingga meninggalkan kesan menggantung.

Bagi sebagian pembaca, hal ini bisa menimbulkan rasa kecewa karena perjalanan narasi yang intens tidak diakhiri dengan kepastian.

Meski begitu, Herlan menilai karya ini tetap layak diapresiasi. “Secara keseluruhan, karya ini enak untuk dinikmati. Ada perkembangan yang patut dicatat, meski masih ada ruang untuk perbaikan,” tuturnya.

Pihak lain yang mengulas prosa “Kenangan Anak Muda” karya Taufan Hunneman adalah Rio Rizalino yang merupakan salah satu jurnalis senior.

Kepada Kabar5News.id, Rio mengaku cukup lama mengenal sosok Taufan Hunneman. Ia mengetahui Taufan sebagai mantan aktivis 1998 yang gemar membaca buku.

Rio juga mengenal Taufan sebagai salah satu orator ulung ketika dahulu memimpin aksi demonstrasi.

Namun ia tak begitu mengetahui kalau Taufan juga memiliki kemampuan menulis prosa.

Karena itulah, Rio cukup kaget setelah membaca deretan prosa karya Taufan, termasuk yang berjudul “Kenangan Anak Muda”.

“Cerita yang ditulis Taufan begitu tulus dan mengalir, saya sangat menikmati alur cerita yang dibangun dalam prosa ini,” tutur Rio.

Rio menilai, prosa ini bukan hanya sekadar cerita cinta, karena juga menyelipkan narasi-narasi sejarah melalui tokoh-tokoh seperti Pamoedya Ananta Toer dan Soe Hok Gie.

“Bagi saya ini bagian yang paling menarik, cerita tak hanya dibangun atas kisah asmara, tapi juga informasi atau latar belakang yang berkaitan dengan sejarah, salut, menurut saya ini keren,” puji Rio.

Setelah membaca prosa ini, Rio mengaku tak berani berspekulasi, apakah cerita yang ditulis Taufan fiksi atau bukan.

Menurutnya, jika itu fiksi, maka prosa “Kenangan Anak Muda” adalah sebuah kisah romansa anak muda yang berakhir tragis.

Sejoli Badai dan Wulan akhirnya terpisah karena sebuah pengkhianatan dan perbedaan pandangan mengenai idealisme.

Jika kisah itu bukan fiksi, lanjut Rio, maka prosa ini adalah sebuah tragedi.

“Saya bisa merasakan rasa sakit yang dialami Badai, sehingga harus memilih untuk meninggalkan Wulan,” urai Rio.

“Di saat yang bersamaan, komitmen dan idealisme Badai sebagai aktivis juga diuji dengan memilih untuk menjauh dari kepentingan asing yang masuk ke NGO dengan dalih donasi,” tambahnya.

Terlepas dari fakta atau fiksi, Rio menilai prosa “Kenangan Anak Muda” layak untuk dikembangkan lebih lanjut, misalnya menjadi sebuah novel atau bahkan film layar lebar.

Tags: Herlan Artonoprosaprosa sastraRio RizalinosastraTaufan Hunneman
Previous Post

Prabowo Tegaskan Indonesia Hormati Kedaulatan Negara dan Jaga Perdamaian Dunia

Next Post

Asal-Usul Tradisi Mudik di Indonesia

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Ilustrasi Opa Untu yang bersedih karena kehilangan anaknya (Foto: Microsoft Copilot)

Minahasa 1950

by Redaksi
11 Maret 2026
0

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Hari itu, Tomohon sepi dan panas benderang tidak seperti biasanya. Opa Untu...

Kenangan Anak Muda

Kenangan Anak Muda

by Redaksi
11 Maret 2026
0

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Selepas pulang, ia membaca buku. Hidupnya monoton, bahkan bisa dikatakan statis. Dari...

Merayakan Hari Musik Nasional; Ini Waktunya Apresiasi!

Merayakan Hari Musik Nasional; Ini Waktunya Apresiasi!

by Kurt Morrison
10 Maret 2026
0

Kabar5News – Setiap tanggal 9 Maret, kita memperingati Hari Musik Nasional. Hari Musik Nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10...

Mengenang Vidi Aldiano, Ini Deretan Lagu Hitsnya

Mengenang Vidi Aldiano, Ini Deretan Lagu Hitsnya

by Mera Puspita Sari
9 Maret 2026
0

Kabar5News - Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 setelah lebih dari 6 tahun berjuang ganasnya kanker ginjal. Kepergiannya...

Bagaimana Bahasa Arab Memperkaya Khazanah Kata Indonesia

Bagaimana Bahasa Arab Memperkaya Khazanah Kata Indonesia

by Kurt Morrison
8 Maret 2026
0

Kabar5News - Pernahkah Anda menyadari bahwa saat kita sedang berdiskusi tentang politik, membahas masalah hukum, atau sekadar kalimat sehari-hari, kita sebenarnya sedang...

Next Post
Asal-Usul Tradisi Mudik di Indonesia

Asal-Usul Tradisi Mudik di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Asal-Usul Tradisi Mudik di Indonesia

Asal-Usul Tradisi Mudik di Indonesia

11 Maret 2026
Prosa ‘Kenangan Anak Muda’ Karya Taufan Hunneman dalam Pandangan Aktivis dan Jurnalis

Prosa ‘Kenangan Anak Muda’ Karya Taufan Hunneman dalam Pandangan Aktivis dan Jurnalis

11 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In